Life

HADIAH DARI KOREA SELATAN

Korea Selatan kampung halamannya Oppa dan Onnie yang main di Drama Korea (Drakor), tau kan? Sebagian orang pasti kenal ya. Apalagi penggemar K-Pop, seperti BTS, Super Junior, EXO, Blackpink dan masih banyak lagi.
Mereka sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari seorang pecinta Drakor dan K-Pop seperti saya. hehehe. Kalian tau kan ceritanya saya tentang ini tentang Liburan Impian. Beberapa tempat yang ingin saya kunjungi sudah ada dalam itinerary perjalanan ke Korea Selatan nantinya. Mau tau cerita selanjutnya? lanjut baca yuk!

Baca Juga: Begini rasanya menabrak mobil 1 milliar
Yeay kipasnya dah ada tulisan namaku pake hangul

NIAT KE KOREA SELATAN

Niat hati mau ke Korea Selatan sebenarnya udah dari dulu karena negara yang ingin saya kunjungi setelah Medinah dan Mekkah itu salah satunya ini. Sudah sejak lama ada di bucket list. Nah, di bulan Agustus ada event Konferensi Internasional Asia TEFL yang tiap tahun diadakan di beberapa negara.

Tahun 2023 ini tuan rumah penyelenggara konferensi adalah Korea Selatan. Senang banget dong yah, tapi harus menyiapkan artikel untuk di presentasikan di acara tersebut. Deadline pengumpulan abstractnya dekat banget lagi dengan jadwal ujian akhir. Wah jadi khawatir dong gak bisa bagi waktu mana mau belajar buat ujian. Hectic bangetlah pokoknya.

Semakin dekat jadwal deadline semakin tipis harapan untuk submit abstractnya karena sibuk menyiapkan ujian juga. Akhirnya nyerah untuk ke Korea Selatan dan dalam hati mikir gini kumpul abstract belum tentu diterima juga mending saya kerja tugas akhir dari kampus saja.

Di saat udah nyerah dan tiba-tiba ada pesan masuk dari Mam Evi, beliau mengajak untuk kolaborasi sebagai penulis dalam satu artikel. Saya langsung mengiyakan dong, mengingat sepak terjang beliau yang luar biasa didunia pendidikan. Mau dong saya ditambah lagi konferensinya di Korea Selatan. Daebak lah pokoknya.

ABSTRACT DITERIMA

Saya menyerahkan data diri ke mam Evi untuk keperluan data penulis. Singkat cerita abstract kami diterima setelah menunggu beberapa minggu. Mam Evi menyampaikan kar bahagia tersebut via telepon telpon dan siap-siap ke Korea Selatan. Yeayy!

Seneng banget dong rasanya, akhirnya kesampaian juga kesana. Namun, di konferensi kali ini bentuknya Hybrid jadi ada yang online ada yang offline atau datang langsung ke venue. Keren banget dong yah.

Bagi para presenter seperti saya dan Mam Evi kami wajib membuat video singkat presentasi kita. Proses membuat video presentasi dengan mam Evi penuh dengan drama meskipun demikan hasilnya tetap keren.

Awalnya, kami bingung mau merekamnya pakai aplikasi supaya wajah kami bisa muncul dilayar berdampingan dengan slide presentasi. Kami sudah mencoba dua aplikasi dan yang terakhir di aplikasi zoom baru berhasil.

Akhirnya kami mulai merekam presentasi. Kami melakukannya secara online karena jarak tempat tinggal dengan mam Evi cukup jauh. Hanya dengan 1 kali ‘take’ hasilnya sudah lumayan jadi kami memutuskan untuk satu kali merekam saja.

Video akan di edit sedikit oleh Mam Evi setelah itu beliau mengirimnya ke pihak panitia. Video kami nanti akan ditayangkan untuk peserta online.

Baca juga: Pengumuman Acceptance

MENGURUS BERKAS KEBERANGKATAN

Menjelang hari H banyak hal yang perlu diselesaikan seperti berkas untuk pengurusan VISA, passport dan juga tiket pesawat yang akan di pesan beberapa minggu sebelum hari keberangkatan supaya dapat harga yang murah.

Mam Evi kemudian menelponku untuk konfirmasi jadi berangkat atau tidak, tentu saja saya mengiyakan. Kemudian saya dimasukkan ke dalam grup Whatsapp khusus untuk teman-teman yang akan berangkat ke Korea Selatan dalam rangka konferensi tersebut.

Ada beberapa persyaratan yang harus di penuhi untuk pengurusan VISA Korea Selatan. Kenapa fokus di visa dulu karena saya berpikir jangan sampai nanti udah perpanjangan pasport udah beli tiket pesawat eh ternyata gak dapat visanya kan rugi.

Poin terakhir masalah tentang pajak tahunan yang membuat kaki saya terbentur disitu dan katanya gak bisa melanjutkan kalau terpenuhi semua syarat. Daripada pusing sendiri mendingan saya ke kantor pajak untuk bertanya langsung.

Singkat cerita, saya sudah selesai mengurus berkas yang terakhir. Nah, setelah itu saya minta izin untuk kesekian kalinya ke orang tua untuk berangkat ke Korea Selatan.

Baca Juga: Pertama kali naik pesawat

BATAL BERANGKAT

Setelah bebricara dengan baik dan tenang serta membujuk juga supaya di izinkan tapi tetap saja gak diizinkan. Bapak dan Ibu cuma khawatir saya ada apa-apa nanti disana padahal berangkatnya juga gak sendiri bahkan sama dosen-dosen kami juga.

Namun, tetap saja gak ada izin. Daripada saya kesana have fun terus orang tua khawatir dan bikin cemas mereka jadi ya udah keberangkatan kali ini ditunda dulu. Jika ada umur yang panjang mungkin dilain kesempatan bisa kesana liburan sepuasnya.

Sedikit kecewa tapi ya mau gimana lagi? Kemudian saya memberitahu Mam Evi terkait masalah ini. Sayang banget sih padahal rencana kita udah matang mau kesana. Jadi, ya sudah kalau diingat-ingat sedih sih tapi seenggaknya mam Evi bisa berangkat itu membuat saya cukup bahagia.

Beberapa hari menjelang pendaftaran berakhir saya melakukan pembayaran konferensi. Awalnya mau pilih yang offline saja meskipun saya tidak bisa datang karena berharap dapat goodie bag atau conference book atau semacamnya.Tapi, saya disarankan ambil yang online saja mengingat harganya juga cukup murah.

Baca Juga: Gara-gara Cobek

CONFERENCE DAY

Teman-teman yang berangkat ke Korea Selatan sudah mulai update story di media sosial mereka tentang perjalanan kesana. Mupeng dong saya, sambil baca sholawat banyak-banyak supaya bisa kesana juga segera.

Rombongan transit di Singapura sebelum berangkat ke Seoul. Wah seru banget ya mereka bisa foto-foto di patung Merlion. Ada Mam Evi juga disana, wah keliatannya mereka bahagia banget ya. Turut senang melihat teman-teman dan dosen-dosen kami dalam keadaan sehat disana. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Seoul. Kok tahu? ya dari story media sosial rombongan tersebut heheh.

Hari Konferensi pun tiba, acara pembukaan dimulai dengan tari tradisional dari Korea Selatan tentunya dan beberapa sambutan dari pihak Asia Tefl kemudian dilanjutkan dengan Pembicara untuk Konferensi. Sudah keliatan wajah Oppa dan Onnie Korea Selatan di foto teman-teman heheh.

Hari Kedua sebagian teman-teman ke acara konferensi menggunakan Baju Bodo atau baju adat dari Suku Bugis di Sulawesi Selatan, unik banget kan.

Selama konferensi berlangsung Mam Evi selalu update tentang kegiatannya di sana. Tentu saja saya sangat bersemangat sekaligus bahagia karena bisa merasakan keseruan konferensi dari jarak jauh.
Malamnya mam Evi menelpon tentang suasana yang ada disana.

Pagi-pagi kadang jalan kaki mengelilingi hotel lalu berangkat ke lokasi konferensi di Daejon. Kalau saya ada disana pasti ikut juga.

Beliau juga bercerita kalau sempat jalan-jalan di Myeongdong dan melihat beberapa pusat perbelanjaan kosmetik disana. Menariknya beliau menemukan beberapa tempat operasi plastik. Katanya lokasi operasi plastik sangat mudah ditemui.

Gak heran sih karena sering nonton Drama Korea jadi sedikit banyak tahu tentang budaya orang sana yang harus good looking gitu. Katanya banyak yang melakukan operasi plastik supaya lebih cantik dan ganteng, bahkan katanya bisa lebih mudah dapat pekerjaan.

Baca Juga: The Day

HADIAH DARI KOREA SELATAN

Hari berikutnya ada notifikasi di instagram di tag mam Evi and suprisingly she gives me a gift. Bahagia banget jingkrak-jingkrak kesenangan. Bagaimana gak senang hadiahnya adalah kipas cantik di tulisannya ada namaku dengan aksara Hangul. Yeay bahagia banget rasanya.


Gak sabar dong nunggu Mam Evi pulang dengan selamat beserta para rombongan. Perjalanan yang melelahkan terbayarkan dengan keseruan acara konferensi plus jalan-jalannya.
Setelah tiba di Makassar Mam Evi menelponku jika berkenan dan punya waktu untuk bertemu bercerita banyak tentang pengalamannya selama disana dan juga ada hadiah dari beliau.

Keesokan harinya, saya langsung menuju ke tempat Mam Evi lebih tepatnya sih di rumah saudara beliau. Setelah keliling berulang kali tapi belum dapat alamat tepatnya sesuai dengan titik yang diberikan. Alamatnya lengkap cuma titiknya yang kurang tepat.

Hadiah dari Korea Selatan


Lalu, saya bertanya ke bapak satpam yang ada disana. Ternyata perumahan yang dimaksud ada disudut lorong pantas aja gak keliatan dari jalan utama.

Kami pun bertemu dan bercerita panjang lebar tentang konferensi tersebut dan tentu saja hadiah Kipas dan ada Goodie Bag, Buku Konferensi dan magnet kulkas yang bentuknya tokoh kartun mengenakan pakaian adat Korea Selatan. Cantik sekali, Masya Allah senangnya tidak terkira.

Katanya yang menjaga stand kipas ini baik sekali jadi mam Evi minta kipas untuk saya satu plus tulisan aksara hangulnya, begitu juga di stand goodie bag. Mam Evi menjelaskan kalau saya sebagai partnernya ikut secara online apakah boleh punya goodie bag juga dan katanya boleh. Wah Mam Evi senang banget dong mana stoknya masih banyak lagi. hihihi

Hadiah dari Korea Selatan


Setelah berbincang cukup lama dan Mam Evi juga sudah bersiap untuk berangkat lagi ke Pare-Pare. Sembari menunggu jemputan mobilnya, kami melanjutkan cerita. Lalu, mobil merah melaju kedepan rumah. Mobil jemputan Mam sudah tiba. KIni saatnya kami berpisah dan semoga bisa bertemu lagi dan berangkat konferensi bareng.

Alhamdulillah bahagia banget rasanya di kelilingi dengan orang baik, bukan hanya kali ini. Tapi, beberapa kali saya mendapatkan hadiah dari negara lain karena ada teman yang berangkat kesana. Mulai dari foto dengan tulisan namaku di atas salju atau backgroudnya icon dari negara tersebut dan juga magnet kulkas dari berbagai negara.

Ini adalah salah satu bentuk manifest saya agar bisa mengelilingi negara tersebut. Semoga suatu saat saya bisa mengqodha semua ketidakbolehan ini. Terimakasih juga untuk Mam EVi yang sudah repot-repot membawa hadiah ini. Semoga beliau selalu dalam Lindungan Allah SWT. Aamiin.

2 Comments

  • Fanny_dcatqueen

    Sayang banget ga bisa berangkat, tapi yg namanya restu ortu memang penting ya mba. Sebisa mungkin ya berangkat dengan izin mereka lah. Biar tenang juga perjalanan .

    Tapi syukurlah bisa melihat langsung secara online juga dan dapat souvenirs banyak.

    Semoga nanti ada waktunya mba juga bisa menjejakkan kaki ke korsel.. Negara ini memang nyenengin banget . Makanan enak, kotanya juga menarik.

    • musdalifahmansur

      Huaaahhhh pen banget mbak. Semoga kalau ada kesempatan lain bisa berangkat kesana, pengen ngerasain gimana bernafas di negeri orang hehe.

      Alhamdulillah punya teman sebaik beliau, meskipun gak bisa datang tapi beliau semangat ngumpulin souvenir buat temannya ini hehehe.

      Aamiin, semoga kak. Ada umur panjang bisa kesini atau negara lain boleh juga. Soalnya belum pernah ke luar negeri huhuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Hayo mau ngapain???