My Story

The Day

Share and Enjoy !

0
0Shares

Welcome to the 15th Asia TEFL and 64th TEFLIN 2017 International Conference.  Hari pertama sangat banyak orang, beranikan diri untuk melihat sekitar, “Wah banyak betul yahh..kami disambut hangat oleh panitia dan juga petugas hotel. Masya Allah senangnya saya. Untuk lantai satu  khusus registrasi peserta sedangkan  lantai 2 untuk registrasi pemakalah serta tempat acara. Saya berada disana jam 7 pagi, saya menghubungi beberapa teman katanya msih dalam perjalanan, jadi menunggulah saya. Tapi karena tidak sabaran ingin masuk jadilah saya ke meja registrasi dan eng ….ing….. eng….., nama saya kok tidak ada. Ada sih nama Musdalifah tapi nama itu bukan nama saya karena kami beda institusi. Ribet urusannnya nih kalau begini. Panitia pikirnya bahwa satu nama dua artikel tetapi ternyata memang kami punya nama yang sama, nama bapak juga tidak di ikutkan. Yaa Allah jadi saya belum bisa masuk harus menunggu dulu arahan dari panitia. Baiklah saya menunggu dan  responnya sangat cepat karena selang beberapa menit sudah ada yang menghubungi saya untuk dimohon kesabarannya menunggu sebentar untuk memproses komplain saya . Tepatnya bukan komplain sih tapi klarifikasi aja nama saya itu. Tak berapa lama teman yang lain sudah datang dan mereka mulai registrasi tapi saya tetap harus menunggu arahan dari panitia hingga akhirnya sms pun melayang ke hp saya untuk di arahkan ke  meja additional presenter, disana saya menjelaskan lagi bahwa seperti ini dan itu ada sms begini dan begitu. Dan akhirnya saya dibolehkan untuk registrasi untuk mendapatkan seminar kit. Untung saya presentasinya hari kedua, kalau hari pertama wah ribet urusannya nih, nervuos gak karuan saya. Sepanjang koridor ruangan ada banyak sekali buku, mata ini sudah sejak tadi salah fokus kesana karena diskon besar-besaran. Yaa Allah …..kalau ketemu buku itu sama dengan masuk surga dunia bagi saya heheheheh…. “Tapi fokus ikut konferensi dulu” bisikku dalam hati.
And tadaaaaaa………… I’m the only one girl hehehehehe…. hari ini giliran Pak Fanzury yang presentasi  dan hari kedua saya dengan Pak Syawal. Good luck Sir. Yeayyhhhh… kita foto-foto dulu yah hehehehe……..  presentasi berlangsung sangat asyik dengan berbagai sharing yang sangat bermanfaat sama sekali tidak ada yang saling  menjatuhkan alias ‘digoreng’ istilah teman-teman kalau ada yang ujian pertanyaannnya membabi buta begitu. Eheheeheheheh

Hari kedua giliran saya dan Pak Syawal yang akan menjadi pemakalah ( kalau tidak salah beliau juga hari kedua).  Gugup… jelas terlihat di wajah tapi hati agak tenang setelah melihat peserta seminar dari kedua teman saya adem-adem saja . pertanyaan juga tidak terlalu banyak dan peserta di dalam ruangan juga sedikit. Jadi paling tidak itulah yang menjadi gambaran presentasi saya hari ini  presentasi saya sore di ruangan kedua (agak lupa nama ruangannya). Sebelumnya saya cek nama saya dulu, 30 menit sebelum saya presentasi. Dan masalah kembali berdatangan, nama saya tidak ada di dalam daftar presentasi. Panitia kemudian  sibuk mengurus hal ini ada yang bolakbalik dari  lantai atas dan bawah lagi, hingga akhirnya nama saya diselipkan diruangan sebelah yang kebetulan presenternya tidak datang satu orang. Jadi ibu panitia yang mungkin juga adalah dosen  berbisik kepada panitia ruangan untuk menyelipkan saya karena ada sedikit kesalahan teknis. Dan ketika saya memasuki ruangan. Apa yang terjadi?. Aw……. yang sedang berbicara dari India kalau tidak salah, pembicara selajutnya dari Jepang dan yang terkahir adalah saya. What??????? Muka mulai pucat, bibir ini sudah komat-kamit baca sholawatgemeterannya minta ampun. Kkedua teman saya hanya tersenyum dan memberi semangat “Tidak ji itu, semangat saja”’. Tidak apanya pemakalahnya cuma saya sendiri yang dari Indonesiayang lain dari luar semua. Yaa Allah, saya itu sebenarnya punya trauma dengan orang asing apalagi bule. Yaa Allah kali pertama kali jadi pemakalah langsung depan orang asing.  Mulai khawatir kira-kira mereka bisa mengerti pengucapan saya gak ya?.Tangan saya mulai keringat dan mau buang air besar, berulang kali berusaha menenangkan diri tapi tetap saja saya masih nervous, lutuku terasa bergoyang sangat hebat. Terakhir merasakan lutuku gemetar seprti gempa ini waktu beberapa tahun lalu ada kebakaran di belakang rumahnya yang jaraknya sekitar 100 meter tapi apinya besar sekali jadi serasa pas dibelakang rumah. Aku mencoba berjalan beberapa langkah di belakang agar bisa lebih tenang, tapi langkahku kaku karena lutut masih bergetar.
Hingga tiba giliran saya, Oh My God didepan saya ini mengerti apa yang saya katakan atau gimana saya, lidah sudah gemetar karena kurang yakin pronunciation saya bagus. Waktu prsentasi 20 menit itu rasanyasangat lama dan tiba giliran pertanyaan. Wahhhhhhhhhhhhh………………. banyak sekali yang bertanya. Yaa Allah….. tolong bantu aku, Hanya Engkaulah Tempatku Berlindung. Kata-kata it terus saja terdengar olehku dan hanya saya saja yang bisa mendengarnya.  Ada beberapa orang yang angkat tangan dan moderator memilih  lima. Aduhhh ……kenapa banyak sekali yang bertanya “kataku heran. Semua pertanyaan saya jawab kecuali satu yang saya tidak terlalu mengerti apa maksud pertanyaannya dan saya juga dikejar waktu kala itu karena sebenarnya saya bukan pemakalah di ruangan ini.
Selesai presentasi pemakalah yang lain langsung penyerahan sertifikatdan saya tidak tentunya. Saya harus ke bawah dulu ruang sekretariat panitia yang ada dihotel tersebut harus menjelaskan lagi ini dan itu bahwa saya benar-benar ‘Musdalifah’ salah satu pemakalah dan katanya nama yang sama sudah ambil sertifikat tapi saya jelaskan lagi mulai dari awal kronologinya bahwa dari awal memang ada kesalahan disini karena panitia pikirnya dua artikel satu pemakalah ternyata kami berdua adalah orng yang berbeda. Dan Alhamdulillah hari kedua saya selesai. Cerita ini sengaja saya abadikan karena kali pertama ikut konferensi seperti ini dan ada kejadian seperti ini. Dalam hati bersumpah “Nanti anak saya namanya harus ikut nama bapaknya supaya kejadian yang sama tidak terulang padanya nanti”.

….bersambung

Share and Enjoy !

0
0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *