My Story

Pengalaman Menggunakan Vendor Photography Profesional

Dua hari lagi adalah moment istimewa bagi saya dan juga keluarga. Momen berharga setelah perjuangan yang sangat panjang akhirnya sampai pada tahap ini. Undangan pun sudah tersebar dan konsumsi juga semuanya sudah diatur dengan baik.

Namun, ada satu hal yang belum saya cek ulang yaitu jasa fotografer. Lalu, saya menghubungi salah satu sahabat saya untuk mengonfirmasi ulang apakah temannya bisa menjadi fotografer di acara nanti setelah dua minggu sebelumnya saya sudah menyampaikan ke beliau terkait hal ini.

Sayangnya,teman sahabat saya ini punya jadwal di hari yang sama. Jadi saya tidak bisa menggunakan jasanya.  Saya mulai panik nih karena harus cari vendor photography lagi sedangkan acara sisa dua hari lagi. Saya mulai cari-cari akun instagram vendor photography yang ada di kota kami.

Beberapa daftar vendor yang muncul dipencarian saya mulai cek satu persatu. Mulai dari followers, kualitas foto, testimoni yang paling utama. Saya menghubungi vendor ini satu persatu apakah jasa mereka bisa digunakan dua hari kedepan.

Namun, hanya satu yang bersedia yaitu vendor photography dengan logo gambar jeruk ini. Kami pun mulai bernegosiasi dengan harga dan kami bersepakat untuk menyelesaikan pembayara setelah acara selesai.

Acara sidang terbuka ujian pun hampir dimulai. Salah satu staff dari vendor ini sudah datang pagi-pagi. Dia lalu menyiapkan kamera dan memulai mengambil gambar. Beberapa menit kemudan datanglah crew lainnya yang bertugas mengambil video.

Acara pun dimulai dengan hikmad, beberapa teman dan kerabat mengucapkan selamat atas ujian promosi yang berlangsung kurang lebih 90 menit itu. Kami pun mengambil gambar bersama dan tentu saja berfoto bersama pembimbing dan penguji.

Setelah acara selesai saya dan keluarga pulang untuk beristirahat tak lupa membalas ucapan selamat teman-teman yang mengirimkan pesan melalui pesan whatasapp.

Keesokan harinya saya menghubungi pihak vendor untuk menyelesaikan pembayaran jasa fotografinya. Tentu saja dengan harapan bahwa hasilnya akan memuaskan.

Setelah dua minggu sesuai dengan waktu dijanjikan pihak vendor mengirimkan hasil video sinematic melalui google drive dan hasilnya sangat memuaskan. Beliau menyampaikan bahwa untuk fotonya harap bersabar dulu dalam waktu seminggu sudah selesai proses editingnya.

Namun, setelah beberapa minggu kabar tidak mengenakan itu datang dari pihak vendor. Beliau kemudian menelpon saya dan mengatakan bahwa komputer tempat penyimpanan file foto-foto tersebut terserang virus padahal anti virus berbayar sudah dipasang disana dan kabarnya baru kali ini terjadi hal demikian sejak tahun 10 tahun vendor jasa photographer ini mulai berdiri.

Kaget dong pastinya, karena ini momen yang gak bakalan terulang dua kali. Kalau mau refund sih bisa aja balik 100% tapi apakah momen itu akan kembali? Tentu saja tidak. Momen itu bahkan lebih berharga dari beberapa lembar uang.

Foto-foto bersama teman-teman, dosen, keluarga semuanya tidak bisa di akses. Katanya bukan file saya saja tapi ada 3 client lainnya yang tergabung dalam satu folder itu. Kecewa? Tentu saja, saya gak mau munafik ya. Geram banget dong padahal sudah bayar lunas kan.

Pihak vendor mengatakan bahwa komputer yang terserang virus ini akan di kirim ke Jakarta katanya ada yang bisa memperbaikinya dan mengembalikannya seperti semula dan kalau belum berhasil juga maka akan dibawa lagike Singapore.

Pihak vendor ini mengatakan bahwa akan berusaha semaksimal mungkin agar file itu bisa kembali dan bisa di akses. Selayaknya sih memang seperti itu karena itu juga menjadi bagian dari keprofesionalan mereka dalam menangani masalah seperti ini.

Sayangnya, saya sudah terlanjur kecewa namun masih menerima solusi dari pihak vendor yang mengatakan bahwa file video mentah tetap ada jadi nantinya dari video itu yang akan dijadikan foto jika foto yang yangterserang virustidak bisa dikembalikan maka itu solusi satu-satunya. Tapi tetap saja berbeda dengan foto aslinya kan, karena tidak semua terekam dalam bentuk video.

Keluarga sangat kecewa berat, bapak dan ibu sangat kecewa karena di acara tersebut beberapa keluarga yang jarang bertemu hampir semuanya berdatangan mengucapkan selamat dan berfoto bersama.

Saya tida bisa membayangkan wajah kedua orang tuaku di kampung halaman yang kecewa berat. Saya bahkan tidak tahu bagaimana harus menghadapinya kalau pulang nanti. Bagaimana mempertanggung- jawabkan ini semua.

Dari pengalaman ini saya belajar banyak hal, yang pertama adalah jangan pernah berharap terlalu banyak pada manusia. Yah, harapan saya satu-satunya memang dari vendor ini karena dari beberapa vendor yang saya hubungi di instagram hanya ini yang bersedia menyediakan waktu ketika jadwalnya sudah mepet.

Pelajaran yang kedua adalah ketika ada momen special dan ada dana berlebih sebaiknya mengambil dua vendor. Misalnya vendor A dan B jadi jika salah satunya tidak sempat memback up data maka vendor yang satunya lagi bisa menjadi alternatif.

Pelajaran yang ketiga, sebaiknya perhatikan perjanjian yang diberikan oleh vendor sebelum bertanda-tangan. Perhatikan dengan seksama syarat yang diajukan oleh pihak vendor, misalnya jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti kasus saya. Apakah ada pengembalian dana atau bagaiamana? Jika ada, berapa persen dana itu akan direfund.

Pelajaran yang ke empat, kalau bisa jangan bayar full dulu ya, berikan setengah saja dulu sampai mereka menyelesaikan pekerjaannya. Supaya jika kejadian seperti ini kalian gak rugi-rugi amat kayak saya.

Nah, itu dia pengalaman saya teman-teman semoga bisa menjadi pembelajaran untuk kedepannya dan doakan pihak vendornya setelah kejadian ini semoga mereka lebih berhati-hati lagi dan semoga murah rezeki dan semakin banyak yang menggunakan jasa mereka.

Terakhir semoga file yang terserang virus itu bisa kembali ya teman-teman. Mohon doanya semua. Sekian dulu cerita dari saya hehehe. Sampai bertemu ditulisan selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Hayo mau ngapain???