Life

Self-Healing Dengan Menulis Blog

Menulis adalah self-healing terbaik untuk aku. Kebiasaan menulis sejak masih duduk dibangku sekolah menjadi salah satu pelarianku untuk mengungkapkan keluh kesah di dada.

Beberapa pengalaman buruk masa kecil menjadi boomerang bagi kesehatan mental. Berulang kali mengalami perundungan di sekolah menjadikanku pribadi yag tertutup dan senang menyendiri.

Kejadian itu tidak berani kuceritakan ke guru disekolah alasannya karena ketika bapak dan ibu guru mengetahui hal tersebut maka beliau akan menghukum temanku. Tentu saja itu akan membuat mereka marah, bukannya malah berhenti membully justru mereka akan semakin menjadi.

Kejadian itu membuatku kadang berdiam diri dikamar menutup diri dari orang lain dan selalu menghindari ajakan keluar dari teman-teman sekolah. Bullying kadang tak terhindarkan dan sasaran empuknya adalah aku. Kenapa? Entahlah mungkin karena aku adalah murid paling muda di antara semua siswa dikelas.

Menuangkan kegelisahan dalam bentuk puisi adalah salah satu caraku berteriak tanpa bersuara. Memendam hanya akan menjadi penyakit hati jadi aku mencoba mengalirkan perasaan marah dan sedih itu dalam sebuah tulisan. Mengeluarkan energy negative melalui tulisan adalah cara terbaik yang pernah aku lakukan daripada berteriak di pinggir pantai.

Menulis puisi adalah caraku bersembunyi di balik makna setiap kata yang tak mampu aku utarakan dengan ujaran.  Kata-kata kiasan yang sarat makna adalah pintu keluar dari emosi yang bergejolak didalam dada.

Beberapa puisi tertulis indah di buku kecil yang selalu aku bawa dalam tas. Kadang kalau lagi sendiri aku menuliskan sesuatu disana, entah itu puisi atau cerita atau apa saja hal yang aku alami seharian ini.

Kegiatan menulis itu terus berlanjut sampai memasuki masa perkuliahan. Di mana media sosial mulai hadir mengisi keseharian mahasiswa baru saat itu. Termasuk juga aku, kebiasaan menulis bukan lagi di buku tetapi menulis di status media sosial.

Menulis puisi itu candu bagiku, apa yang terlintas dipikiran saat itu, aku langsung menuliskannya meskipun itu hanya satu atau dua bait saja. Media sosial ini menjadi wadah bagi hobi menulisku dan tentunya itu sangat membantu karena bisa menulis dari smartphone.

Kupikir ini akan mudah ternyata tidak. Beberapa kali mendapatkan verbal bullying di media sosial karena menurut mereka tulisanku ‘lebay’ . Kejadian itu menjadi trigger dari trauma masa kecil muncul kembali.

Hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidak bersosial media beberapa saat sampai aku bertemu dengan platform menulis lainya yaitu blog. Perjalanan menulis blog pun dimulai dari sini.

Self-Healing dengan Menulis Blog

Sebelumnya tidak pernah tahu apa itu self-healing, tapi yang aku tahu perasaan akan sedikit lega ketika menulis dan menyulap energy negative menjadi positif yaitu dengan menghasilkan puisi yang indah menurut versiku.

Self-healing adalah sebuah proses penyembuhan luka batin yang dilakukan secara mandiri. Luka batin yang biasa disebabkan oleh trauma masa kecil, atau gangguan psikologis lainnya yang menyebabkan kelelahan emosional dan kadang menimbulkan kesedihan tersendiri.

Beberapa orang melakukan self-healing dengan bepergian bersama teman, melakukan rekreasi bersama atau makan bersama dengan orang terdekat.

Berbeda denganku, tipe introvert yang senang dengan suasana sepi menjadikan kegiatan menulis sebagai self-healing. Menulis diary sebelum tidur adalah kebiasaanku semasa kuliah dulu. Kejadian yang aku alami seharian ini menjadi topik utama dalam tulisan menjelang tidur.

Ketika beraktivitas diluar biasanya aku menulis status di media sosial sebagai tempat untuk menampung kepenatan pikiran.

Namun, kejadian verbal bullying di akun media sosial membuatku berhenti sejenak dan mencari platform lain yang bisa mendukungku menuliskan apa yang aku pikirkan tanpa khawatir di bully orang banyak.

Lalu, akhirnya aku menemukan blog sebagai tempatku mengeksplorasi rasa yang aku rasakan dan menuliskannya dalam blog.

Menulis di blog sangat membantu aku untuk healing, apalagi blog bisa di akses melalui smartphone jadi lebih memudahkan untuk menulis disana. Boleh disimpan sebagai draft nanti ketika perasaan udah lega, tulisannya lalu dibaca ulang dan di berikan bumbu sedikit dengan memerhatikan kaidah menulis yang sesuai dengan PUEBI lalu di terbitkan di blog.

Beberapa dari tulisan itu menjadi cerita pendek kadang juga dari dan kejadian yang aku alami itu memberiku inspirasi menulis puisi.

Kegiatan menulis ini menjadi suatu kewajiban baru yang ada dihidupku dan setelah beberapa tahun menulis di blog aku merasa lebih tenang. Lebih banyak menghabiskan waktu menulis dengan diri sendiri juga membuatku mengenal lebih banyak tentang diriku.

Self-healing ini memberikan ruang bagi aku untuk menyelam lebih dalam tentang siapa aku, belajar menerima siapa diriku ini. Menuliskan apa yang aku rasakan dan pikirkan membuatku mengerti apa sebenarnya yang aku inginkan dan juga belajar bagaimana mengontrol emosi negatif menjadi sesuatu yang unik.

Menulis di blog ini seperti aku menemukan duniaku sendiri, tempat dimana aku bebas berekspresi mengeluarkan semua ide-ide yang pernah mandeg karena verbal bullying. Blog adalah salah satu tempat yang paling nyaman untuk healing.

Self-healing dengan menulis ini ada kaitannya dengan beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa praktisi salah satunya adalah Smyth (1999) menemukan bahwa dengan melakukan terapi menulis selama 20 menit dalam 3 hari berturut-turut dengan menuliskan tentang masa-masa yang sulit dalam hidupnya itu menunjukkan bahwa 70 pasien dari 107 pasien penderita asma dan rheumatoid arthritis menunjukkan peningkatan hasil pemerikasaan klinis.

Jadi, kegiatan menulis ini memang manfaatnya sangat banyak.

5 Alasan Menulis di Blog

Kalau ditanya apa alasan Anda menulis di blog? Jawabannya adalah ingin bersembunyi dari orang-orang yang aku kenal supaya bisa tetap menulis tanpa di bully karena menurut aku sebagian dari mereka masih kurang familiar dengan blog. Klasik sih tapi itu adalah alasan utama sebenarnya karena ingin menikmati tulisan sendiri.

Namun, semakin kesini aku menyadari kenapa aku gak menulis sesuatu yang bisa dibaca orang lain setidaknya mereka bisa mengambil manfaat dari tulisanku makanya dari beberapaalasan berikut ini yang membuatku betah menulis di blog.

1. Menebar manfaat

Dari menulis kegiatan sehari-hari sampai menulis puisi , blogku mulai diisi dengan beberapa review tentang buku yang pernah aku baca. Hal itu bisa menguatkan ingatan tentang isi buku tersebut. Kemudian beberapa review tentang skincare yang aku gunakan sehari-hari dan berbagi informasi seputar perawatan badan maupun wajah yang menurutku recommended.

2. Mengikat Ilmu

Pernah baca hadist ini di rumaysho.com adalah salah satu alasan kuat kenapa mau menulis karena dengan menulis kita mengulang kejadian yang pernah kita alami lalu kita ceritakan kembali dalam bentuk tulisan.

قيِّدُوا العِلمَ بالكِتابِ

“Jagalah ilmu dengan menulis.” (Shahih Al-Jami’, no.4434. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).

Ketika membaca buku atau mendapatkan informasi dari sumber tertentu lalu menuliskannya kembali dengan bahasa aku sendiri. Ini bisa menguatkan lagi ingatan kita tentang apa yang telah kita baca.

3. Membangun Personal Branding

Membangun personal branding adalah salah satu hal yang penting saat ini. Melalui konten yang ada di blog bisa membuat pengunjung tertarik dengan bidang yang dikuasai. Tentu itu bisa menjadi bahan pertimbangan ketika ada orang, brand atau perusahaan tertentu yang ingin bekerjasama dengan kita.

4. Portofolio

Blog juga bisa menjadi portofolio, kita bisa mendokumentasikan hasil pencapaian kita selama ngeblog, misalnya tulisan yang mendapat juara dalm lomba misalnya, atau kegiatan lainnya yang bisa menjadi daya tarik bagi para pengunjung. Hal itu bisa membuat kita mudah diterima bekerjasam misalnya karena karya-karya kita bisa mreka lihat melalui blog ini.

5. Dokumentasi hidup

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”

Pramoedya Ananta Toer

Menulis di blog ini sebagai jejak kehidupan yang akan aku tinggalkan untuk keturunanku kelak dengan harapan mereka akan melanjutkan blog ini atau setidaknya mereka punya keinginan untuk menulis.

Beberapa alasan tersebut yang menjadi WHY aku sehingga masih betah ngeblog sampai sekarang. Menulis di blog bukan lagi sekadar self-healing semata tapi ada banyak hal yang bisa kita berikan melalui tulisan kita. Menulis di blog  bisa menjadi media dakwah untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.

Ada banyak  manfaat yang aku dapatkan dari menuli di blog. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut

7 Manfaat Menulis di Blog

Selama beberapa tahun ini aktif menulis di blog ada banyak manfaat yang aku dapatkan bukan hanya sekadar tempat curhat tapi ada hal-hal positif yang bisa peroleh. Ini dia manfaat menulis di blog yang aku dapatkan selama ini

1. Menyalurkan energi negatif

Seperti yang aku ceritakan di awal bahwa sebenarnya alasan menulis di blog itu untuk menuangkan semua isi kepala dalam bentuk tulisan. Hal yang kita alami dalam hidup bisa kita ceritakan dalam bentuk tulisan. Emosi yang kita rasakan bisa kita tulis dalam bentuk cerita, puisi ataupun yang lainnya.

Ketika kita marah, sedih, jengkel bisa kita tulis dan mendeskripsikan perasaan kita saat itu. Tapi, kalau aku pribadi menulis di draft dulu. Nanti kalau perasaan sudah agak lega tulisan itu aku baca ulang dan memperbaiki bahasa atau typo yang ada.

Ada perasaan berbeda ketika kita menuliskan apa yang kita rasakan, ada perasaan lega terasa lebih ringan dibanding dipendam sendiri.

2. Menambah penghasilan

Baru setahun terakhir ini aku tahu kalau ternyata menulis di blog bisa menghasilakn pundi-pundi rupiah. Hal itu aku dapatkan dari blogger perempuan yang mengenalkanku dengan istilah Affiliate.

Kemudian aku mulai banyak membaca tentang apa itu Affiliate dan bagaimana cara kerjanya dan berapa kira-kira yang bisa kita hasilkan dari blog ini. Beberapa blogger mengungkapkan bahwa pendapatan mereka cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Lalu, aku mulai menerapkan system Affiiate ini dan ternyata memang benar. Menulis di blog bisa menghasilkan cuan.

3. Rajin membaca

Sadar atau enggak selama ngeblog ini aku jadi banyak membaca. Entah itu buku, atau membaca di blog teman-teman blogger. Jika ingin banyak menulis maka banyaklah membaca. Entah siapa yang pernah mengatakan kalimat itu tapi itu benar adanya.

Bagaimana mungkin kita ingin menulis sesuatu sedangkan input kita gak ada. Mau output berupa tulisan yang apik tapi malas membaca sama aja bohong.

Kita menulis tentunya juga butuh referensi, butuh informasi lalu kita mengolah informsi tersebut menjadi sebuah tulisan. Banyak membaca akan sangat membantu dalam proses tulis menulis kita.

4. Mengasah kemampuan menulis

Selain mengajak kita rajin membaca, menulis di blog bisa juga dijadikan sebagai wadah tempat kita mengasah kemampuan menulis. Semakin sering menulis semakin mendekatakan kita dan mempertemukn kita dengan gaya menulis kita sendiri.

Semakin banyak menulis semakin mengasah kemampuan kita, Kenapa? Karena ketika kita menulis tentunya ada kaidah tertentu yang perlu diperhatikan misalnya tentang PUEBI. Menulis dengan bahasa yang baik dan benar serta mudah dipahami orang lain.

5. Belajar ilmu coding

Menulis di blog tentu ada banyak fitur-fitur didalamnya yang perlu kita ketahui. Selama negblog sedikit banyak kita akan berinteraksi dengan ilmu coding misalnya HTML, apa itu SEO misalnya dan banyak lagi yang berkaitan dengan dunia perbloggeran ini.

Belajar sesuatu diluar bidang ilmu kita itu adalah sesuatu yang luar biasa. Belajar banyak istilah DA/PA, SEO Friendly, Keyword misalnya. Ada banyak ilmu yang bisa kita dapatkan.

6. Menjaga otak agar tetap mode on

Menulis adalah proses merekontstruksi informasi yang kita dapatkan dengan tulisan. Jadi, otak kita akan berpikir bagaimana mengolah apa yang kita ketahui menjadi susunan kalimat atau paragraph yang enak dibaca.

Ini juga salah satu manfaat yang luar biasa karena terus merangsang otak kita untuk berpikir. Apa lagi? Apa langkah selanjutnya misalnya.

7. Menambah teman

Menemukan teman se-frekuensi di dunia tulis menulis adalah anugrah yang luar biasa. Kalau sebelumnya selalu di bully di sosial media justru menulis di blog itu kita saling support satu sama lain. Kita bisa berkomentar di blog teman kita.

Menulis di blog akan semakin memperluas pertemanan kita, saling memberikan energi postitif dan bisa juga bekerjasama satu sama lain.

Bergabung di Komunitas Blogger Perempuan

Salah satu manfaat yang yang memiliki dampak besar dalam kegiatanmenulis di blog ini adalah mendapatkan teman-teman yang se-frekuensi setelah bergabung di komunitas blogger perempuan ini.

Komunitas Blogger Perempuan terbesar yang anggotanya adalah perempuan ini memberikan efek yang positif dan bisa menjadi penyemangat untuk terus berkarya melalui tulisan.

Beberapa kegiatan dari Blogger Perempuan dan lomba blog yang pernah aku ikuti menjadi tombol ‘on’ bagiku agar terus menulis.

Menulis bukan hanya untuk pemulihan jiwa tetapi menulis untuk memberikan manfaat kepada orang banyak. Di komunitas ini aku mendapatkan teman-teman yang baik meskipun kita tidak bertemu secara langsung tapi seperti pernah bertemu sebelumnya. Mungkin karena kita punya passion yang sama dunia menulis jadi kita menemukan kecocokan jiwa satu sama lain.

Blogger Perempuan adalah komunitas pertama yang aku ikuti sejak pertama kali aktif ngeblog. Di komunitas ini kali pertama aku mendapatkan penghasilan dari blog setelah mendaftar Affiliate Blogger Perempuan X Lazada karena hal itu aku jadi tahu tentang program affiliate yang bisa menghasilkan cuan bagi para blogger.

Blogger Perempuan adalah tempatku bertumbuh menjadi seorang blogger yang Insya Allah akan jadi Pro Blogger hehehe. Di sini titik awal aku membangun karir menjadi seorang blogger.

Menulis di blog memberikan dampak yang besar bagi pemulihan jiwa seorang introvert seperti aku. Selama kurang lebih 3 tahun ini benar-benar menemukan tempat untuk self-healing. Kedepannya aku berharap bisa memberikan banyak manfaat melalui blog ini jadi bukan hanya aku yang bisa merasakan manfaatnya tapi orang-orang di luar sana juga bisa merasakannya.

Terimakasih Blog dan Terimaksih Blogger Perempuan.

Sumber:

Merdeka.com

Apa.org

Rumaysho.com

17 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Hayo mau ngapain???