BPN RAMADAN 2022

Profesiku Ibadahku

Di SD aku punya seorang guru yang sangat menyenangkan, dia menghibur kami dan mengajari kami bernyanyi. Sekolah seperti tempat bermain bagiku. Waktu itu aku adalah murid yang paling muda karena usia ku baru 5 tahun sedangkan temanku yang lainnya ada yang berumar 6- 7tahun. Sebenanrnya aku hanya kut bermain saja di sekolah karena waktu itu belum ada TK sedangkan aku versi kecil sudah sangat ingin bersekolah. Namun, Ibu guru mengatakan jika aku bisa lanjut ikut ujian dan naik kelas karena waktu penerimaan rapor cawu 1 (dulu masih pake cawu sekarag sudah pakai semester) nilaiku cukup bagus.

Ibu guru yang sangat menyenangkan, ramah dan huoris membuatku sayang kepadanya dan hatiku kecilku berbisik ingin menjadi seorang guru seperti beliau (Semoga ibu guru panjang umur). Di titik itulah aku mulai punya cita-cita untuk menjadi seorang guru, meskipun kadang suka berubah-ubah.

Persitiwa lain dimasa kecil yang menjadi alasan mengapa memilih menjadi tenaga pengajar sebagaicitacita dan menjadi profesikusaa ini adalah ketika dulu aku melihat orang-orang berbagi dengan uang, makanan dan pakaian. Sedangkan aku tidak mampu berbagi kepada orang lain karena waktu itu keuangan keluarga masih kurang stabil, makanan pun seadanya,pakaian hanya beli yang bekas saja. Di sisi lain aku juga mau berbagi dengan orang lain, tapi aku tidak tahu apa yang harus aku bagi.

Aku kemudian berpikir untuk berbagi ilmu kepada orang lain, berbagi apa yang aku tahu kepada mereka yang membutuhkan. Dan akhirnya menjadi seorang tenaga pengajar adalah profesiku saat ini. Dengan tujuan berbagi ilmu agar mendapat padahal di sisi Allah SWT. Profesi yang kujalani saat ini diniatkan untuk beribadah, dan memberikan manfaat kepada orang lain sebagaiman yang telah di firmankan Allah dalam surat adz-Dzarita ayat 56 yang artinya, “ Dan aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku” (Q.S ad-Dzariyat 51:56).

Sesuatu yang diniatkan untuk ibadah tentu akan mendapat ujian dan cobaan karena setan tidak akn senang melihat kita mendekatkan diri kepada Allah SWT.  Menjadi seorang tenaga pengajar sungguh tidk semudah yang aku pikirkan. Banyak tantangan dan ujian yang harus dilewati, mulai dari gaji yang rendah, murid yang nakal, lingkungan kerja yang kurang sehat kadang membuat hati ingin menyerah saja.

Tapi, ketika sedang berada di posisi seperti itu maka kembali lagi kepada WHY kita, kenapa kita memilih pekerjaan ini, tentu saja alasannya karena ibadah. Itulah yang membuat aku bisa bertahan sejauh ini.

Menjadi seorang tenaga pengajar tugasya bukan hanya mengajar tapi juga mendidik, menyisipkan pesan-pesanoral disetiap pelajaran dan juga memberkan arahan kepada murid bagaimana berperilaku yang baik tentu tidak mudah. Berhadapan dengan sejumlah murid dengan isi kepala yang berbeda, latar belakang keluarga, suku dan budaya yang berbeda tentu mempunyai cara tersendiri bagaiman pesan moral yang kita sampaikan bisa masuk kedalam relung hati mereka.

Meskipun begitu,ada juga kesan yang menyenangkan selama menjadi tenaga pengajar, ada kepuasan tersendiri jika melihat murid kita bisa sukses, bisa meraih cita-cita mereka. Rasanya apa yang pernah kita lakukan kepada mereka itu terbayar lunas. Kita merasa berhasil mendidik mereka, terlebih jika mereka mampu menjaga sikap mereka rasanya seperti berada di atas awan. Sangat menyenangkan.

Suka duka menjadi tenaga pengajar kurang lebih 10 tahun terakhir memberikan banyak pengalaman yang memuat banyak ilmu. Mungkin benar kata pepatah bahwa guru terbaik adalah pengalaman. Aku banyak belajar dari pengalaman, menghadi murid, menghadapi orang tua murid dan bagaiman mentrasfer ilmu atau pengetahuan kita kepada peserta didik.

Semoga apa yang telah dilakukan bernilai ibadah disisi Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Hayo mau ngapain???