Life

Pengalaman Seru Menjadi Seorang Dropshipper

Awal menjadi dropshipper itu ketika masih kuliah dulu karena memang dari kecil udah hobi banget jualan. Rasanya beda aja gitu ketika hasil dagangan kita laku dan kita dapat penghasilan dari itu.

Sejak masih di bangku sekolah dasar udah mulai jualan es lilin, buku dan juga pensil karena terkadang di sekolah ada teman yang gak bawa pensil atau buku disitu mulai melihat peluang bisnisnya.

Namun, ketika memasuki jenjang SMP dan SMA sempat vakum karena banyaknya tugas sekolah yang tidak bisa dikendalikan akhirnya fokus pada tugas sekolah dulu.

Setelah tamat dari sekolah menengah kemudian melanjutkan kuliah di ibu kota provinsi dan ternyata peluang bisnis di kota lebih besar. Lalu, aku mulai memberanikan diri untuk menjadi seorang dropshipper.

Kata dropshipper di jaman kuliah dulu tidak seperti sekarang. Perlu edukasi lebih banyak kepada pelanggan karena tingkat kepercayaan mereka terhadap online shop masih kurang.

Bisnis awal yang dijalani di jaman kuliah dulu ada menjadi seorang dropshipper pakaian, jadi aku mencari supplier yang terpercaya melalui akun media social. Awalnya melihat profil si empu nya bisnis ini dengan melihat komentar disetiap produk dan juga testimony dari para pembeli. Setelah yakin, komunikasi dengan supplier pun lancar dan bersedia menerima dropshipper.

Menjadi seorang dropshipper pun dimulai ketika masih semester 3 kala itu. Lalu, mulai menyebarkan gambar pakaian lengkap dengan harga dan detail dari pakaian yang akan dijual tersebut.

Dibulan kedua pembeli pertama datang dari keluarga kemudian dari teman-teman bahkan sampai orang yang tidak dikenal. Sekitar beberapa bulan berhasil menjual sekitar 100 lembar pakaian dengan keuntungan yang cukup lumayan.

Hanya dengan modal social media dan gambar pembeli bisa datang dari berbagai daerah. Tidak hanya memasang di social media pribadi tetapi juga menyebar di grup-grup social media yang ada.

Menjadi dropshipper menurutku adalah bisnis yang paling mudah karena kita hanya memasang produk di social media atau media online tertentu lalu pembeli akan berdatangan dan ketika mereka memesan barang kita tidak perlu repot lagi mengemas barang dan tidak perlu stok barang. Semuanya ditangani oleh pihak supplier.

Supplier akan mengirim pesanan costumer kita dan mengirim ke alamatnya tersebut. Kita hanya mengofirmasi ke supplier dan merekap jumlah pesanan yang ada sesuai dengan lokasi pengiriman.

Tapi yang namanya bisnis tentuya tidak serta berjalan mulus seperti yang kita harapkan ada saja kerikil kecil yang menghalangi.

Pernah suatu ketika salah satu costumerku sudah menunggu sekian lama tapi barang yang dipesan itu tidak kunjung sampai. Bolak- balik menghubungi pihak supplier katanya sudah dikirim ke pelanggan sambil mengirim bukti pengiriman lengkap dengan resinya.

Setelah dicek, ternyata barang sudah sampai tujuan costumerku tidak merasa menerima barang. Di laporan pengirimankatanya yang menerima adalah ibu kos dari pelanggan tapi setelah dikonfirmasi ibu kosnya tidak pernah menerima barang. Nah, disitu aku mulai bingung harus bagaimana karena pihak jasa kurir juga tidak memotret sang penerima barang.

Akhirnya, aku ngalah dan meminta maaf akan mengirim ulang barang yang telah dipesan. Rugi? Sedikit lumayan karena untuk harga 150an ribu itu masih cukup banyak waktu itu. Tapi, aku mikir lagi mungkin ini yang harus aku jalani untuk kedepannya mungkin ini djadikan pembelajaran supaya selalu mengontrol barang dikirim apakah sudah tiba atau belum.

Pernah juga suatu ketika ada costumer yang membayar lebih karena dia tahu kalau waktu itu aku masih menjadi seorang mahasiswa yang sedang mencari nafkah hehehe.

Di akhir semester aku mulai kesulitan untuk berjualan lagi karena harus selalu sering buka sosmed, dan mendownload gambar lagi terus menulis harga serta detail barang yang akan dijual karena kesibukan mengerjakan skripsi kadang suka gak fokus. Upload gambar A tapi penjelasan yang aku tulis di caption itu deskripsi untuk pakaian B akhirnya beberapa costumer yang complain.

Akhirnya aku memutuskan fokus menyelesaikan skripsi dulu lalu kemudian lanjut berjualan lagi. Waktu itu mikir jika saja semua kegiatan dropshipping ini dilakukan hanya dalam satu aplikasi tentu akan sangat mudah.

Ternyata Allah SWT mendengar doaku waktu itu. Sekarang ada aplikasi untuk dropshipper mengembangkan bisnisnya menjadi lebih baik. Aplikasi tersebut adalah Mangdropship-Aplikasi Dropshiping Member. Aplikasi yang rilis pada 15 Mei 2020 ini mendapat bintang 4.7 di playstore.

Apa saja keuntungan yang bisa di dapatkan dengan menjadi member Mangdropship ini?

  • Tidak perlu stok barang
  • Ada administrasi laporan penjualan
  • Keuntungan tinggi
  • Kita memiliki website took online gratis

Selain itu harga produk dropship ini cukup terjangkau kegiatan dropshiping ini hanya dilakukan dalam satu aplikasi dan masih banyak lagi keuntungan lainnya yang bisa kalian dapatkan dengan menjadi member di Website Mangdropship ini.

Benefit yang sangatbanyak tentunya akan membantu kalian menjalankan bisnis dropship ini dengan meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.

Kalian bisa mendaftar menjadi member di Website Dropship dari Mangdropship. Caranya sangat mudah dan cepat. Adminnya juga cukup ramah. Kuy segera daftarkan diri kalian ya!

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Hayo mau ngapain???