Life

Minimalisir Emisi Karbon Untuk Menjaga Bumi Dari Perubahan Iklim

Beberapa waktu lalu aku sedang menyaksikan salah satu Drama Korea yang bercerita tentang cuaca. Salah satu adegan yang relate dengan kehidupan adalah di adegan itu ada seorang ibu yang sedang asik mencuci  selimutnya, dia berpikir cuaca hari itu sangat bagus.

Namun, tak lama berselang tiba-tiba hujan turun. Dia bergegas mengambil selimutnya meskipun belum kering total. Dia mengomel kenapa turun hujan padahal tadi matahari sangat terik dan tidak ada pemberitahuan dari ramalan cuaca kalau hari itu akan hujan. Begitu cepatnya cuaca berubah padahal saat itu bukan musim hujan.

Hujan di bawah teriknya Matahari

Aku paham betul mengapa si ibu itu mengomel karena memang pada siang hari suhu bumi panas banget. Suhunya agak berbeda dengan beberapa tahun lalu, jika dalam ruangan kita bisa tahan tanpa menggunakan pendingin ruangan tapi sekarang udah enggak lagi.

Apakah kalian merasa akhir-akhir ini suhu bumi semakin panas?

Fenomena alam yang kita alami tersebut terjadi karena adanya perubahan iklim. Cuaca yang semakin panas meskipun di musim hujan dan masih banyak akibat yang bisa di timbulkan dari adanya perubahan iklim ini.

Nah, apa sih yang dimaksud dengan perubahan Iklim?

Apa yang dimaksud dengan perubahan Iklim?

Cuaca yang tak menentu dan suhu bumi yang panas adalah salah satu efek dari perubahan iklim. Hal itu terjadi karena aktivitas manusia saat ini yang menyebabkan komposisi atmosfer global yang berubah (ditjenppi). Komposisi itu yang dimaksud dengan Gas Rumah kaca (GRK).

Awalnya aku bertanya-tanya apakah gas rumah kaca yang dimaksud adalah gas yang dihasilkan oleh gedung-gedung yang menggunakan kaca? Ternyata bukan seperti itu. Istilah Rumah kaca itu ibarat pengandaian untuk kondisi Bumi saat ini.

Ibaratnya seperti ini, jika teman-teman bepergian menggunakan mobil lalu kalian meninggalkan mobil kalian dibawah sinar matahari. Suhu panas matahari akan masuk kedalam mobil sehingga menyebabkan suhu di dalam mobil bertambah.

Hal itu terjadi karena suhu panas matahari terperangkap dalam mobil. Suhu panas tidak bisa keluar jika kaca mobil tertutup rapat. Sehingga, ketika kita masuk dalam mobil akan terasa panas.

Hal yang sama terjadi dengan Bumi kita ini. Panas matahari masuk ke dalam atmosfer lalu kemudian dipantulkan kembali oleh Bumi ke atmosfer. Namun, karena bertambahnya efek gas rumah kaca maka suhu panas tadi tidak bisa sepenuhnya dilepaskan kembali ke atmosfer.

Maka dari itu, sebagian panasnya terperangkat yang mengakibatkan suhu di Bumi meningkat. Semakin banyak atau semakin tebal lapisan yang disebabkan oleh gas rumah kaca di atmosfer Bumi, maka suhu Bumi juga akan meningkat. Fenemone itulah yang disebut dengan pemanasan Global. 

Pemanasan global inilah salah satu penyebab adanya perubahan iklim. Menurut ditjenppi perubahan iklim adalah perubahan yang disebabkan oleh aktivitas manusia baik langsung maupun tidak yang mengubah komposisi atmosfer global dan vairiabilitas iklim alami pada periode waktu yang dapat di perbadingkan menurut Kovensi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tentang Kerangka Kerja Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change.

Sebenarnya Bumi membutuhkan efek gas rumah kaca untuk menjaga suhu Bumi agar tetap hangat karena Bumi tidak akan  dihuni oleh makhluk hidup seperti sekarang jika suhu Bumi sangat dingin, akan tetapi jika panas berlebihan maka itu tidak baik.

Gas panas yang membentuk Gas Rumah Kaca tadi seperti  Karbon Dioksida, Metana, Nitrogen sebenarnya berasal dari aktivitas manusia. Apa saja aktivitas manusia tersebut?

Aktivitas penyebab perubahan Iklim

  • Penggunaan listrik tenaga batu bara

Beberapa Negara di dunia masih menggunakan tenaga batu bara sebagai pembangkit tenaga listrik termasuk salah satunya adalah Indonesia. Pembangkit tenaga listrik dengan bahan bakar fosil ini menjadi salah satu penyumbang terbesar gas rumah kaca.

Lantas, apa hubungan batu bara, listrik dan gas rumah kaca?

Untuk mengubah batu bara ini menjadi energy listrik memang ada mesin khusus yang akan mengubah panas dari hasil pembakaran bahan bakar fosil ini menjadi energy mekanik yang kemudian mengoperasikan generator listrik.  Nah, ketika diubah menjadi energy karbon dalam bahan bakar fosil ini berekasi dengan oksigen untuk membentuk gas karbon dioksida, CO2.

Gas yang mengandung karbon dioksida tersebut lalu kemudian di lepaskan bebas ke atmosfer. Ketika gas karbon dioksida ini melayang cantik di atas atmosfer, maka akan menjadi perangkap untuk panas Bumi sehingga suhu bumi meningkat.

Semakin banyak CO2 di atas sana maka suhu Bumi akan semakin meningkat, jika suhu Bumi meningkat maka pemanasan global semakin menjadi. Jika berlangsung terus menerus, maka kalian tahu kan apa yang akan terjadi?

Sementara itu permintaan akan batubara ini semakin meningkat secara global. Menurut World Coal Institute bahwa penggunaan batu bara ini akan terus meningkat selama beberapa tahun kedepan dan diperkirakan 45 % emisi karbon dioksida pada tahun 2030 akan terkait dengan batubara.

Ngeri banget kan teman-teman? Untuk itu perlu langkah yang tepat untuk menanggulangi hal ini. Generasi muda utamanya generasi-Z harus sadar betul akan hal ini. Apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita kelak nanti jika Bumi yang akan mereka huni sudah tidak sehat. Ingat teman-teman no planet B!

  • Penggunaan Kendaraan bermotor yang berlebihan

Ternyata teman-teman CO2 atau karbon dioksida ini juga ada bahan bakar kendaraan, seperti kendaraan bermotor ataupun mobil. Sisa pembakaran yang terjadi dalam ruang pembakaran pada kendaraan disebut emisi gas buang.

Emisi gas buang tersebut mengandung zat yang berbahaya seperti karbon monoksida, karbon dioksida, nitrogen oksida, dan hidrokarbon yang nantinya akan dikeluarkan melalui knalpot.

Gas buang dari kendaraan ini akan menari bebas di udara dengan leluasa bersama karbon dioksida lainnya seperti hasil pembakaran fosil yang akan menyelimuti atmosfer di Bumi.

Karbon dioksida yang semakin tebal menutupi Bumi, pemanasan global akan meningkat dan tentu saja hal itu akan berpengaruh pada suhu Bumi.

Teman-teman bisa bayangkan berapa banyak emisi gas buang yang tercipta dari setiap gallon bensin menyumbang 10 kilogram karbon dioksida ke atmosfer Bumi maka berapa banyak gas buang yang dihasilkan dan bagaimana efek pada Bumi kedepannya?.

Untuk itu dibutuhkan langkah yang tepat untuk menangani hal ini dan perlu di edukasi ke seluruh lapisan masyarakat.

Dampak terjadinya perubahan iklim

  • Terjadi Gelombang Panas

Gelombang panas yang meningkat dari tahun ke tahun karena meningkatnya jumlah karbon dioksida. Suhu Bumi saat in mencapai 1, 1 derajat Celsius ini hampir mendekati angka yang ada di Paris Agreement yang bertujuan membatasi pemanasan global hanya di angka 2 derajat celsius namun akan lebih baik lagi jika 1, 5 derajat Celsius dibandingkan tingkat pra industry (un.org).

Hal ini mengakibatkan mencairnya es di kutub sehingga volume air laut pun meningkat. Jika ini terjadi terus menerus maka beberapa wilayah terancam akan tenggelam atau bahkan ‘hilang’  seperti Kiribati Negara yang terletak di timur laut Australia, Maladewa yang terletak di Selatan India, Vanuatu yang ada di selatan Samudra Pasifik, Tuvalu berdekatan dengan Vanuatu, dan Pulau Solomon di Samudra Pasifik bagian selatan (kompas.com).

  • Terjadinya bencana alam

Terjadinya perubahan iklim menyebabkan perubahan cuaca tidak menentu, kadang hujan yang berlangsung secara terus menerus yang bisa mengakibatkan banjir. Hal ini tentu saja berdampak pada beberapa negara terutama di Indonesia.

Seperti yang dilansir Kompas.com bahwa banjir yang di akibatkan oleh perubahan iklim akan menyebabkan kerugian di sector ekonomi hingga 91 persen pada tahun 2030 dimana pada rentang waktu tahun 1990 dan 2013 kergian yang di alami Indonesia sekitar 5, 5 milliarUS Dollar, teman-teman bisa bayangkan sebesar apa dampak yang di akibatkan oleh perubahan iklim ini.

  • Produktivitas pertanian menurun

Cuaca yang tak menentu akan membuat para petani kesulitan untuk menentukan masa bercocok tanam maupun panen mereka kelak karena kondisi hujan yang terjadi tersu menerus. Disisi lain perubahan iklim yang berpotensi menimbulkan kekeringan juga akan menurunkan produktivitas lahan pertanian jika terjadi kekeringan parah. Beberapa dampak perubahan iklim lainnya seperti terganggunya ekosistem, timbulnya berbagai jenis penyakit seperti malaria, bahkan bisa berpotensi meningkanya jumlah angka kemiskinan.

Lantas, apa yang yang perlu kita lakukan untuk mengurangi efek dari perubahan iklim ini?

Aksi nyata menjaga Bumi dari perubahan iklim

  • Mengurangi emisi karbon dengan menghapus Email

Salah satu penyebab perubahan iklim adalah meningkatnya emisi karbon. Langkah kecil yang bisa kita lakukan untuk mengurangi emisi karbon adalah dengan menghapus email. Memangnya ada hubungannya?

Email yang tersimpan baik itu yang sudah kita baca atau yang di spam bahkan email yang sudah kita subscribe memiliki potensi yang besar untuk menghasilkan yang disebut dengan carbon footprint.

Nah, semakin banyak email yang menumpuk itu akan membuat kinerja server semakin meningkat. Jika itu terjadi tentu penggunaan listriknya juga lebih banyak dimana kebanyakan pembangkit listik di dunia masih menggunakan fossil fuels atau bahan bakar fosil seperti batubara, gas alam dan minyak bumi.

Dari proses pembakaran bahan bakar tersebut akan menghasilkan gas emisi (CO2e). Seperti yang dilansir oleh goodplanet.org bahwa rata-rata orang Amerika memiliki 500 email yang belum mereka baca, jika setiap email menyumbang 0,3 gram CO2 maka akan menghapus 175 gram CO2.

Goodplanet.org membeberkan bahwa pada tahun 2019 sekitar 293,6 milliar email dikirim setiap harinya dan ada sekitar 107 milliar email di spam setiap 24 jam. Kebayangkan berapa sumbangsih CO2 hanya dari email saja.

Banyak banget kan, itu kalau satu orang punya 1 email gimana kalau 1 orang saja bisa memiliki 3 email karena besar kemungkinan satu orang memiliki lebih dari satu email.

Menghapus email salah satu langkah kecil kita untuk mengurangi emisi karbon yang bisa menyebabkan perubahan iklim lebih baik. Bukan hanya unread emails tapi email spam¸dan juga mulailah berhenti berlangganan email yang mungkin tidak dibaca.

  • Mengurangi Penggunaan kendaraan bermotor

Salah satu penyumbang terbanyak dari gas karbodioksida berasal dari gas buang kendaraan bermotor. Untuk itu perlu alternatif bagaimana mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Beberapa hal yang perlu kita lakukan adalah menghindari menggunakan kendaraan yang berbahan dasar bensin atau kalau belum bisa kita bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan menggunakan kendaraan umum.

Selain itu, salah satu cara untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor ini adalah dengan menggunakan sepeda jika jarak yang ingin ditempuh cukup dekat. Ini bukan perihal gengsi, tapi #UntukmuBumiku dan masa depan Bumi kita kelak.

  • Seruan Aksi Nyata Perubahan Iklim #UntukmuBumiku

Menurut salah satu penilitian dari salah satu dosen yaitu Angga Ariestya dalam tulisannya menyatakan bahwa nilai kesadaran kognitif perubahan iklim untuk generasi Z di indonesia cukup tinggi yaitu sekitar 80%.

Namun, berdasarkan uji korelasi nilai kesadaran kognitif dan konatif tidak menunjukkan korelasi yang kuat. Artinya apa? bahwa generasi muda kita masih enggan melakukan sesuatu untuk perubahan iklim ini meskipun mereka paham bahwa perubahan iklim ini cukup berbahaya dan perlu di antisipasi.

Maka dari itu, perlu adanya wadah untuk bisa kita sama-sama bergerak melakukan perubahan kecil yang bisa mendatangkan dampak yang besar. #TeamUpforImpact hadir mengajak teman-teman semua aksi #UntukmuBumiku dengan melakukan hal-hal sederahan secara bersama-sama, kapan pun dan dimana pun kalian berada.

Kalian bisa bergabung #TeamUpforImpact dengan beberapa aksi nyata misalnya di hari senin kalian tidak membeli makanan/minuman dalam kemasan, hari selasa mengurangi pemakaian listrik selama 2 jam, hari rabu tidak makan daging merah.

Seruan ini bisa kalian bagikan ke teman-teman atau orang terdekat Anda untuk menjaga Bumi kita sebagai warisan untuk anak cucu kita kelak.

#UntukmuBumiku

#TeamUpforImpact

#BloggerPerempuan

Sumber

http://ditjenppi.menlhk.go.id/kcpi/index.php/info-iklim/perubahan-iklim

www.worldcoal.org/

https://www.kompas.com/sains/read/2021/11/16/173100823/5-negara-ini-terancam-tenggelam-akibat-pemanasan-global

https://unfccc.int/process-and-meetings/the-paris-agreement/the-paris-agreement

https://www.un.org/en/climatechange/science/key-findings#temperature-rise

https://www.kompas.com/sains/read/2021/04/22/183000123/hari-bumi–ketahui-10-dampak-perubahan-iklim-di-indonesia?page=all

https://theconversation.com/riset-awal-tunjukkan-nilai-kesadaran-perubahan-iklim-gen-z-di-indonesia-sangat-tinggi-150958

https://teamupforimpact.org/

source

23 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Hayo mau ngapain???