BPN Ramadhan 2021

Menjahit Untuk Melatih Kesabaran

Share and Enjoy !

0
0Shares
canva.com

Dulu suka banget beli kain terus desain sendiri dan kasi tau ke penjahitnya kalau aku mua model seperti ini. Baju pesta yang menjadi alasanku ke penjahit karena jujur aku jarag melihat baju dipasar yang sesuai dengan seleraku. Jadi, aku mendesainnya sendiri tapi tidak menjahitnya.

Waktu masih awam tentang dunia jahit, dulu kadang suka mengeluh kenapa bajuku lama ya di penjahitnya. Malah kadang aku sempat ngomel karena udah seminggu lebih belum jadi jug bajunya. Tukang jahitnya hanya bisa meminta maaf.

Baca juga : Perempuan Teduh

Lalu, aku kemudian mengambil kursus menjahit atas arahan keluarga. Alasannya, daripada saya harus bolak balik jahit baju ke orang lain kan lebih bagus kalau bisa jahit baju sendiri. Bahkan mungkin bisa dijadikan lahan bisnis.

AKu pikir itu masuk akal juga dan bisa berhemat. Jadi aku mengikuti kursus menjahit dasar slama beberapa bulan. Hari pertama aku syok ternyata instrukturnya agak galak gitu, aku ngedown dong. Kemudian aku disuruh untuk mengukur badan teman sendri.

Baca juga : 5 Serial Kartun Legend Favoriteku

Aku bingung karena belum pernah di ajarkan cara mengukur badan seseorang. Meskipun sebenarnya di buku sudah ada pandua tapi tetapa saja saya butuh arahan. Setelah mengukur badan dari hasil arahan yang ada di buku. Instruktur lalu menyuruhku menulis dan menghitung lalu kemudian menggambar pola sesuai dengan ukuran badan teman aku tadi.

Aku benar-benar bingung karena masih buta banget soal begini. Akhirnya hari pertama kulalui dengan kelelahan. Lebih tepatnya lelah hati, Begitu hari-hari selanjutnya aku belajar dan berpikir ternyata menjahit itu seperti ini ya, butuh perjuangan dan kudu sabar.

Baca juga : 5 Tempat Liburan Favorite

Menjahit bukan soal gunting-menggunting kaian atau jahit menjahitnya tapi tentang ketelatenan. Telaten untuk mengukur badan pelanggan dengan enggunakan rumu yang bikin kepala pusing. Teliti dalam menghitung ukuran baju, berhati-hati dalam mengguting sesuai dengan pola yang kita gabar dan harus sabar dalam proses menjahitnya.

Ketika sudah menggunting kain, tinggal kita jahit disitu tes kesabaran dimulai. Aku menjahitnya kadang suka buru-buru  akhirnya benar jadi kusut, dan baju yang kita jahti tidak rapih.

Baca juga : 5 Buku Mengubah Cara Berpikirku

Menjahit dengan menggerakkan kaki bagian belakang dengan bantuan dynamo mesin itu mulai bergerak dan menjahit apa saja yang disuguhkan padanya.

Kalau sudah seperti ini kadang aku merasa bersalah sama tukang jahit yang selalma ini menjadi langgananku. Ternyata prosesnya luar biasa ya. Memang bukan pertarungan hida[ dan mati tapi perihal bagaimana menaklukkan diri sendiri untuk sabar dan telilti serta tidak gegabah

Baca juga : 7 Hal Sederhana Membuatku Bahagia

Selama pandemic ini aku mulai sedikit banyak mempraktekkan apa yang pernah aku dapatkan di bangku kursus. Meskipun masih pemula dan beberapa aku belum mahir soal itu.

Pernah suatu ketika ada acara pernikahan dari sepupuku dan kami di berikan kain untuk menjahi baju seragam sebagai penanda bahwa kami adalah keluarga mempelai. Karena waktunya mepet aku jadi mikir supaya di bawa ke tukang jahit saja. Tapi, aku punya mesin jahit masa gak bisa sendiri.

Baca juga : Sumber Inspirasiku Saat Jenuh

And tadaaaaaa…. Sudah jadi dan Cuma jahit dua hari tapi hasilnya jauh banget dari sempurna, soalnya bagian bawahnya masih belum sepat di jaht tapi karena kainnya renda jadi gak keliatan. Yah anggap aja modelnya udah kek gitu hihihi.

Kalau aku bisa lebih sabar sedikit aja mungkin hasilnya akan bagus. Aku jadi mikir selama ini kadang suka kesel sama tukang jahitnya karena kalau menjahit itu kadang lama banget, ternyata emag prosesnya uar biasa banget.

Baca juga : Top  Playlist Untuk  Mood Booster

Mulai dari mengukur badan pelanggannya, terus membuat pola bajunya dengan menggambar tentunya, terus menggunting kain sesuai pola yang dilakukan harus dengan extra hati-hati. Karena kalau salah gunting urusannya ribet. Beum lagi menjahitnyaharus rapih huaaaaaahh…. Pantas aja tukang jahit bayarannya mahal ya. Kesabarannya itu yang mahal sebenarnya.

Jadi, itu dia ceritaku sampai ketemu dicerita selanjutnya. Ada yang punya engalaman yang sama? Share di kolom komentar ya.

Share and Enjoy !

0
0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Hayo mau ngapain???