Thought

Jika Menangis Itu Melegakan, Maka Menangislah!

Langit sejak tadi mendung, tak lama kemudian hujan turun dengan deras basah sampai ke pipi. Ada batin yang terluka, ada hati yang sedang tidak baik-baik saja

Hujan datang berbarengan tanpa meminta persetujuan bumi bolehkah bertamu atau bertanya mampukah bumi untuk menampung air hujan yang tidak sedikit. Ujian datang bersamaan tanpa melihat bentuk badan ataupun kondisi batin kita yang sebenarnya tidak cukup kuat untuk menanggung semuanya.

Hidup yang kita jalani tidak semulus kulit bayi, tidak selicin kulit ikan lele, juga tidak selurus jarum suntik. Ada saja kerikil-kerikil kecil menghalangi jalan atau badai yang menerjang dengan tiba-tiba lalu pohon di sekitarnya berjatuhan menghalau jalan.

Ada saja tantangan dan rintangan datang silih berganti, ujian yang tidak sedikit menguras emosi dan pikiran. Lamaran pekerjaan ditolak disisi lain ada keluarga yang ingin dinafkahi, masalah keluarga yang pelik tak kunjung usai, diputuskan ketika hari pernikahan tinggal beberapa hari.

Baca juga : Kita Punya Batas Kemampuan Masing-Masing, Bijaklah

Lalu kita berusaha untuk kuat, tersenyum seolah semuanya baik-baik saja. Melakukan berbagai kesibukan untuk menghindari dan melupakan kesedihan yang sebenarnya kita alami. Menutupinya dengan senyum manis tanpa gula.

Padahal sebenarnya tidak apa-apa jika kita merasa sedang tidak baik-baik saja because we are human being. Bahagia dan sedih adalah hal yang manusiawi tapi kita selalu ingin bahagia terus menerus tanpa kita sadari bahwa lagu yang enak didengar karena nadanya bervariasi ada yang tinggi dan ada yang rendah tidak melulu nada tinggi atau sebaliknya.

Tapi, kenyataannya kita selalu lari dari apa yang sedang kita hadapi. Kita lari dengan cara berusaha menutupi kesedihan yang dialami karena takut di cap sebagai orang yang cengeng dan manja.

Kita egois dengan perasaan kita sendiri, membiarkannya terpendam didalam menahannya agar tidak keluar menjadi air mata.

Padahal menangis itu melegakan, mungkin masalah tidak akan selesai dengan menangis, mungkin keadaan tidak berubah dengan menangis. Tapi, setidaknya dengan menangis kita mampu meluapkan semuanya.

Jika menangis itu melegakan maka menangislah! Jika tidak ada pundak, masih ada sajadah yang bisa menampung air mata. Menangis di ajas sajadah, menangis di pundak seseorang atau menangis sendirian juga tidak masalah jika itu melegakan.

Menangis dan cengeng itu tidak bisa dijadikan sebagai pasangan yang selalu berdampingan. Sungguh menangis dan cengeng itu tidak berhubungan sama sekali.

Jika menangis itu melegakan maka menangislah!. Abaikan sejenak pikiran dan perkataan orang yang akan menghujani, menangislah jika itu membuatmu tenang.

Jika menangis itu melegakan, maka menangislah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *