My Story

Enrekang penuh ‘CINTA’

Enrekang penuh ‘CINTA’

By Musdalifah Mansur

Salah satu gunung yang terkenal di kabupaten Enrekang ini adalah Gunung Nona (begitulah kami menyebutnya). Kenapa disebut dengan gunung Nona? Karena bentukya unik mirip dengan bentuk alat kelamin wanita. Tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik bagi para traveler. Salah satu kabupaten yang di Provinsi Sulawesi Selatan ini memiliki luas wilayah sekitar 1.786.01 km2 . Maka tepatlah jika tempat ini dikatakan ‘Massenrempulu’ karena tempat memang memiliki banyak gunung. Jalannya juga berkelok-kelok dan mendaki. Sekitar tahun 2015 atau 2016 kalau gak salah kami berangkat ke kota untuk menghadiri pernikahan sahabat kami kala itu. jarak yang ditempuh hampir 8 jam menurut saya. Kami berangkat pagi jam 6 dan tiba disana agak siang. Dan kami singgah di salah satu warung makan yang mempunyai view sangat cantik. Kenapa karena dari sini sangat jelas terlihat pemandangan Gunung Nona.

Sebuah panorama yang sangat memanjakan mata. Udara disini juga sejuk, dan hijau tentunya. Mata ini segar ketika melihat pemandangan sekitar. Para pengendara sengaja singgah bukan hanya untuk sekadar makan tapi juga untuk selfie-selfie. Karena tempat ini sangat startegis. Saya agak lupa nama tempat makannnya kala itu.Disekitar warung makan yang boleh saya bilang restaurant ini sengaja memasang pagar untuk mencegah pengunjung jatuh karena selfie.

Kami terkesima akan Kekuasaan Sang Pencipta yang begitu sempurna menciptakan alam semesta yang indah ini. Kami rehat sejenak, selfie-selfi makan dan minum teh dan kopi tentunya. Sesekali kami bergaya ala-ala model memanfaatkan momen dan kamera yang digunakan juga Ajib, hihihihi… kamera deeseler gitu. Maka jadilah kami semua model iklan. Hehehehe


Perjalanan yang cukup panjang dan sempat bangun tidur di atas mobil. Dan untungnya saya bukan tipe yang mabok kendaraan. Sebelum perjalanan memang saya sengaja tidur lelap yang super nyaman, karena esok harinya ada perjalanan jauh. Hampir 8 jam kami duduk di atas mobil makan dan tidur. Di tempat ini kami meregangkan badan sejenak, karena tujuan kita sebenarnya bukan disini. Tapi masih jauh (katanya) yang lokasinya pun belum pernah kami datangi. Bermodalkan hape dan aplikasi penunjuk jalan saja. Untung driver kami bukan driver biasa tapi memang sangat handal. Heheheh kenapa sangat handal, dengan jalan yang berkelok-kelok tadi, dia mampu melewati dengan sangat apik. Kami juga merasa nyaman sebagai penumpang karena beliau nyetirnya enak, tidak ugal-ugalan santai tapi so fast. Hahahahah




Nah ini dia driver handal kita. Yeayy… sahabat saya ini sebenrnya pekerjaan bukan driver beneran tapi beliau bisa nyetir. Dan kebetulan beliau bawa kamera makan lengkaplah perjalanan kita kali ini. Kamera kece, pemandangan ok, kameramen juga mantap banget cara ambil angle nya hihihi.


Ini adalah kami. Yang disebelah saya Kak Harmi, yang cowok itu Wongso, disebelahnya lagi Kak Isa, disampingnya lagi Kak Momo. Dan saya paling muda tentunya.kami tiba malam di rumah acaranya karena sebelumnya kami mampir dulu di salah satu rumah teman untuk sholat dan istirahat lagi. Ternyata Enrekang sangat luas yah. Hihihi


Disana gunung disini gunung, dimana-mana ada gunung. Seperti pemandangan dimalam hari dari teras rumah teman kami. Disini ternyata banyak penduduknya loh, memang kelihatannya sepi tapi lingkungan ini dipadati rumah penduduk. Kemudian kami melanjutkan perjalan setelah melaksanakan sholat magrib dan makan malam. Kami berangkat ke daerah Baraka, kalau gak salah namanya itu. Biasanya, di acara pernikahan namanya ‘tudang penni’ kalau di Bugis Pinrang seperti itu namanya, malam sebelum akad nikah ada serangkaian acara adat yang dilaksanakan. Kalau di Enrekangb saya kurang tahu istilahnya apa, tapi kami menduga bahwa acara yang sama akan digelar di tempat sahabat kami. Dan ternyata benar, pelaminan sudah mulai ramai. Silih berganti datang memberi doa dan restu. Kami disambut hangat oleh keluarga mempelai. Dengan kondisi yang masih lusuh. Wajah juga masih ‘cu’mala’ (kumal, kusam) pihak keluarga agak sedikit memaksa kami untuk hadir dipelaminan yang menurutku cukup besar, kami disuguhi makan malam (lagi) padahal kami sudah makan sebenarnya. Di atas pelaminan tidak terlihat teman kami Kak Rahmat, hanya saudara perempuannya saja yang duduk diatas pelaminan sendirian karena beliau akan melakukan akad nikah esok harinya, dan Kak Rahmat sebenarnya sudah melaksanakan akad di rumah pengantin wanitanya. Kak Rahmat akan datang esok paginya bersama mempelai wanitanya, jadi ceritanya mereka ini menikah kembar. Dilain waktu nanti akan saya jelaskan proses adat pernikaha di daerah kami. Malam harinya kami menginap disalah satu rumah keluarga Kak Rahmat, dan sangat dingiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin.. ini daerah pegunungan maka wajarlah kalu dingin, pukul 12 malam mata belum bisa menutup dengan rapat. Kami masih asik cerita (curhat sih). Sampai akhrinya kami terlelap dengan sendirinya. Ada dua bed yang disediakan oleh tuan rumah dalam satu kamar, kami khusus cewek semua disatukan dalam satu ruangan.

Pagi-pagi sekali saya, wongso dan driver sudah siap untuk menelusuri jalan poros Toraja-Ebrekang ini. Sangat jelas terlihat kabut menyelimuti pegunungan, dan sejuknya luar biasa. Dari sini, Kabupaten Toraja sangat dekat, hanya menempuh sekitar 30menit-1 jam perjalanan saja. Dan kami punya rencana kesana hari ini setelah acara selesai, kebetulan kami juga punya teman di Toraja yang mengajar disalah satu kampus negeri disana.


Then, we ready to to the wedding party. Setelah dandan begitu lama, maka inilah tampilan kami. Heheheh…. didepan sana sudah datang Kak Rahmat beserta istri, dan saudaranya pun telah selesai melaksanakan akad nikah. Maka acara resepsi pun digelar.


Nah yang angkat jari yang etah maksudnyabitu apa adalah Kak Rahmat, disampingnya adalah Kak Ani. Disampingnya lagi adalah saudara Kak Rahmat dan kakak ipar beliau. Wahhhhh………. selamat yah Kak, doa terbaik kami untuk pernikahan kalian. Semoga langgengg selalu.


Ini efek kurang kordinasi yang baik, ada yang ambil gambar dari kanan ada juga yang dari sebelah kiri. Aduhh.. aduuhh…. tapi kami senang dan yang jomblo semoga disegerakan. Hhihihihi.

“Karena CINTA kami datang mendoakan, dan karena CINTA juga Allah SWT mempertemukan kalian dalam ikatan suci, dan atas nama CINTA semoga kehidupan sang mempelai dipenuhi dengan CINTA”_cageyivaa_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version