My Story

‘Ditampar’ Nenek Pemulung

Picture Source : http://cariuntuktau.blogspot.com/2015/12/nenek-misterius-berhati-dermawan.html

Ini adalah kisah sahabat saya. Dia benar-benar ‘ditampar’ oleh Nenek Pemulung yang biasa dia jumpai dikampus. Simak kisahnya berikut ini!

Tepatnya 10 Muharram 1440H kemarin saya sedang berada dikampus mengurus beberapa berkas ujian yang sudah dua minggu ini belum juga kelar. Hingga akhirnya waktu sholat dhuhur tiba, beberapa orang mulai bergegas mengambil air wudhu termasuk saya. Kala itu saya sementara merapikan diri dan mengeluarkan mukena dari dalam tas. Kemudian saya memakai sarung sholat tiba-tiba dari arah kiri muncullah  nenek tua yang berjalan membungkuk sambil meminta izin untuk diberikan jalan

“Tabe… Tabe…” begitu katanya yang dalam bahasa Bugis Tabe  adalah ungkapan sopan ketika seseorang ingin meminta izin. Saya heran kenapa si Nenek ini mengucapkan kata itu padahal biasanya kata itu diperuntukkan untuk orang yang lebih tua dari kita ketika misalnya kita ingin lewat didepannya ataukah untuk meminta izin. Sejenak kuperhatikan si nenek tadi berjalan kearah celengan mushallah yang tepat berada tak jauh didepan saya. Setelah memasukkan sesuatu kedalam kotak biru itu ia kemudian berlalu. ‘Pppaakk…..’ Tingkah nenek tadi seolah menamparku, aku  terdiam beberapa saat merenungi apa yang terjadi didepan mataku ini. Entah bagaimana bisa seorang pemulung seperti dia berpikiran untuk menyumbangkan sebagian penghasilannya kedalam celengan masjid, sementara untuk mencari sesuap nasi saja menurutku masih susah baginya. Sedangkan kita? Bisa dibilang bekerja dengan pekerjaan dan gaji yang layak tapi entah tangan ini masih saja berat untuk menyisihkan sebagian hak orang lain yang ada pada kita.

Dalam hati bergumam “ Orang susah seperti itu saja masih memikirkan akhiratnya, sedangkan kita? Apa kabar sedekah kita? Kemana gaji kita kemarin?”. Apakah ini teguran dari Tuhan? Apakah  ini petunjuk dari Tuhan?. Entahlah, itu semua terjadi padaku yang membuat air mata ini jatuh tak tertahankan. Sungguh aku manusia yang tak pandai bersyukur, Sungguh betapa banyak nikmat dariNya yang ku ingkari, sungguh hina dina diri ini. Hari ini aku lupa bawa dompet gara-gara terlalu buru-buru ke kampus. Dan apa yang bisa kusedekahkan jika diri ini saja tak punya apa-apa? gumamku dalam hati seolah-olah meragukan firman Allah SWT dalam Surah At-Thalaq Ayat 7

Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.”

Bukan hanya di waktu lapang kita dianjurkan untuk bersedekah, mungkin itu maksud dari ayat di atas. Dan masihkah kita berpikir bahwa ketika kita bersedekah harta kita berkurang?. Allah SWT menjelaskannya dalam Al-Quran dalam Surah Al-Baqarah ayat 261;

 “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.

Justru akan semakin berlipat ganda. Aku terus menangis tersedu-sedu kasihan melihat diri ini. Allh SWT kemudian berfiramn dalam Surah Ali-Imran ayat 92

Kamu tidak sekali-kali akan dapat mencapai (hakikat) kebajikan dan kebaktian (yang sempurna) sebelum kamu dermakan sebagian dari apa yang kamu sayangi. Dan sesuatu apa juga yang kamu dermakan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Selesai sholat aku berjalan sempoyongan keluar dari Mushallah, tiba-tiba salah seorang teman berteriak memanggilku

“Kamu bawa semprot wajah gak? Itu yang kamu jual online itu? Kata temanku setengah teriak

“Iya bawa kebetulan ada yang pesan dan lebih satu, emangnya kenapa?

“Aku mau donk, ini uangnya ya”

Dengan sigap aku memeriksa tas ransel yang menyimpan beberapa produk jualanku. Setelah memberikan lembar bernilai, aku langsung memasukkannya ke dalam kotak biru tadi. Setiba dikos, ada chat dari teman saya minta no rekening. Awalnya aku heran, tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba minta no rekening, “Ada apa ya?” tanyaku kala itu. Ternyata, ada honor yang akan ditransfer dari rekeningku dan ternyata apa? Jumlahnya tiga kali lipat dari jumlah yang masuk kedalam kotak biru tadi. Barakallah, Yaa Allah seperti dapat keajaiban saja hari itu.

Kisah di atas adalah kisah yang diceritakan oleh teman saya, semoga kita banyak mengambil hikmah dari kejadian. Da semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Hayo mau ngapain???