#bloggerperempuan

‘Covid-19’ Invisible and deadly

Share and Enjoy !

0
0Shares
Photo by Martin Sanchez on Unsplash

‘Covid-19’Insivible and Deadly 
Musdalifah Mansur

Bumi sedang diserang makhluk tak kasat mata, bentuknya kecil namun mematikan membuat penduduk bumi ketakutan bukan main. Tak ada tanda yang berarti tapi manusia bisa mati dengan mudah. Di awal kemunculannya biasa saja karena belum banyak korban. Manusia tetap beraktivitas seperti biasa seolah-olah makhluk kecil ini bukan ancaman bagi mereka. Namun, kondisi berbalik arah ketika makhluk kecil ini menyerang diam-diam. Tidak hanya satu ataupun puluhan tapi ratusan bahkan ribuan menjadi korbannya. Penyebarannya cukup cepat dan pesat. Para ahli dibuatnya kewalahan mengindentifikasi apa yang tengah mereka hadapi. Para tenaga kesehatan pun kewalahan menangani banyaknya manusia tergeletak tak berdaya. Melalui beberapa media online para ahli mengumumkan bahwa makhluk kecil ini adalah virus corona jenis baru yang hanya bisa terlihat dari kaca mikroskop.

Coronavirus ini adalah kelompok dari virus yang bisa menyebabkan penyakit menular seperti MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang bisa menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan (Who Indonesia, 2019). Penyakit yang menyerang system pernafasan dengan infeksi pada manusia yang awalnya hanya batuk pilek sampai pada penyakit serius seperti SARA ataupun MERS. Namun, ada jenis penyakit menular baru yang lebih dahsyat lagi. Di awal kemunculannya penyakit ini tidak begitu populer.  Para ahli belum mengetahui penyakit ini sebelum Wuhan, China diserang Desember 2019. Lalu, para ahli memberi nama coronavirus jenis baru ini dengan Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2) yang menyebabkan penyakit Coronavirus Disease -2019 (COVID-19).
Sejak namanya menghebohkan dunia makhluk kecil ini makin bertingkah. Tidak hanya menyerang Wuhan, akan tetapi hampir seluruh penduduk di wilayah China bahkan beberapa bagian belahan dunia menjadi sasarannya. Manusia pun penasaran dengan SARS-COV2  dan COVID 19 ini. Situs pencari di media online pun diramaikan oleh kata kunci ini. Kedua istilah ini mengalihkan dunia manusia menjadi begitu terkenal mengalahkan artis papan atas dunia.
Menjadi perbincangan seluruh dunia tak menyurutkan COVID-19 ini menghilang dari bumi. Seolah tidak punya rasa malu, dia tetap saja betah menyerang manusia tanpa ampun, tak kenal usia, tak kenal pangkat dan jabatan semua manusia bisa terpapar olehnya parahnya lagi nyawa manusia bisa melayang olehnya. Awalnya, cuma demam dan batuk kering, semua pernah mengalami ini jadi mereka yang terinfeksi merasa biasa saja. Namun, gejala ini muncul setelah 2 minggu terpapar virus. Jadi, wajar saja kalau mereka baik-baik saja karena setelah hari ke 14 baru terbukti bahwa si penderita positif terpapar virus. Ngeri kan? Mereka yang terinfeksi mengalami demam dan kesulitan bernafas disertai dengan batuk kering. Akan tetapi, ada juga yang berhasil sembuh tanpa perawatan khusus karena mereka memiliki system imun yang kuat. Namun, yang rentan terpapar adalah mereka yang berusia lanjut dan mempunyai penyakit bawaan, misalnya gula, darah tinggi, gangguan jantung ataupun diabetes (Who Indonesia, 2019).
COVID-19 ini menyebar melalui droplet yang keluar saat penderita batuk ataupun bersin. Maka, wajar saja kalau bersin adalah hal yang sangat menakutkan bagi penduduk bumi saat ini. Jadi, jangan heran jika salah satu manusia di antara kalian sedang bersin maka yang lainnya akan buru-buru menghindar sejauh mungkin. Untuk itulah mengenakan masker menjadi kewajiban umat manusia di bumi. Bukan hanya itu saja, virus ini bisa menyebar melalui benda-benda yang ada disekitar manusia. Makanya, saat ini cuci tangan menjadi sebuah hal wajib hukumnya untuk dilaksanakan. Bagaimana tidak, hanya dengan menyentuh benda bekas cipratan ludah atau manusia yang terpapar virus saja kita sudah tidak bisa selamat. Harusnya kita lebih berhati-hati untuk menyentuh benda-benda tapi apa daya virus ini tidak terlihat dengan mata tanpa dibantu kaca pembesar. Namun, virus ini bisa kalah dengan sabun. Dengan rajin mencuci tangan setiap datang atau pulang dari suatu tempat maka itu akan mengurangi penyebaran virusnya, entah bagaimana virus ini bisa mati dengan mudah tapi juga menyebar dengan entengnya.
Maka dari itu, manusia yang terinfeksi virus ini harus melakukan isolasi mandiri yaitu menjauhkan diri dari lingkungan sekitar. Namun, apa mau dikata manusia jenis zaman ini banyak yang keras kepala dan keras hati. Mereka merasa kebal terhadap virus jadi mereka bisa berlenggak-lenggok bersepeda di sore hari bersama teman-temannya. Padahal, sebelumnya sudah ada aturan untuk tetap dirumah saja berdiam diri. Akhirnya, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pun diterapkan demi memutus mata rantai virus ini karena jumlah yang terpapar virus meningkat sangat cepat. Penduduk bumi tak henti-hentinya mengangkat tangannya untuk meminta kepada pemimpin alam semesta agar makhluk mematikan ini segera di angkat dari bumi. Semoga saja semesta mendengar dan mengabulkan.

#30dayblogchallengeBPN 
#bpn30dayblogspotchallege 
#bpn30dayblogspot 
#blogspotchallenge 
#BPNetwork 
#bpnramadanchallenge 
#BPNRamadan2020
#bpnchallenge2020
#DAY1





Source

Who Indonesia. (2019). Pertanyaan dan jawaban terkait Coronavirus. https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for-public

Share and Enjoy !

0
0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *