bookreview

[Book Review] Love for imperfect things by Haemin Sunim

Share and Enjoy !

0
0Shares

 

Pernah merasa insecure dengan postingan teman-teman kita di sosmed. Pernah merasa diri tidak berguna karena di umur sekarang belum bisa sukses. Pernah merasa disindir dengan postingan orang lain. Pernah merasa tidak berarti dalam hidup seolah semesta tidak berpihak pada hidup kita tapi pada orang lain. Pernah menyalahkan Tuhan karena hidup kita tidak seberuntung orang lain. Sebenarnya masalahnya bukan pada semesta ataupun pada Tuhan tapi ada dalam diri kita sendiri.

 

Menemukan buku ini dari quotes yang muncul diberanda instagram kemudian menelusuri siapa pemilik kata-kata mutiara itu dan penulisnya adalah “Haemin Sunim”. Dia seorang Biksu yang lahir di Korea. Selain Love for imperfect things, Haemin Sunmi juga menulis buku yang berjudul  The ThingsYou Can See Only When You Slow Down yang diterjemahkan kedalam 30 bahasa.

Love for imperfect thing adalah tentang bagaimana kita menerima ketidaksempurnaan diri kita ditengah kerasnya kehidupan dunia. Buku ini mempunyai 8 bab dan 256 halaman. Buku dengan Hard cover ini memiliki desain cukup sederhana namun punya makna tersirat yang dalam. Di dalam buku terdapat beberapa ilustrasi yang digambarkan oleh penulis yang berkaitan dengan tulisan di setiap babnya. Jenis kertas yang digunakan cukup bagus karena membuat mata tidak lelah membaca. Buku yang saya beli ini adalah versi bahasa Inggrisnya, tapi jangan khawatir karena bahasanya sangat mudah dmengerti serta cukup sederhana jadi tidak perlu kemampuan bahasa Inggris high  untuk bisa memahamai setiap kalimat dalam buku ini.


Di setiap babnya Haemin Sunim memulainya dengan judul bab dan ilustrasi. Haemin Sunim mulai bercerita tentang kejadian yang ada hubungannya dengan judul bab, entah itu pengalaman pribadinya atau cerita dari temannya lalu memberikan note kepada pembacanya tentang pesan moral atau hikmah yang bisa dipetik dari setiap kejadian yang dia ceritakan. Kemudian, Haemin meuliskan kata-kata bijak ke dalam beberapa baris yang ditulis mirip seperti puisi. Beberapa kutipan yang saya suka adalah

“Seeing on social media how your friends are enjoying themselves, have you ever felt envious? One of our common mistakes is to compare how we feel inside with how our friends apeear outside. We don’t know what is going n inside of our friends, but we are well aware of what is going on inside of ourselves. Your friends might be envying you based on your social media posts, without knowing what is really going on in your life”

 Buku ini mengajak kita melihat diri kita lebih dalam, mengenali dan menyayangi diri sendiri serta bagaimana menerima kekurangan yang ada dalam diri kita. Banyak orang di luar sana hidup karena dikte dari orang lain, hidup berdasarkan apa yang diharapkan orang orang lain, mengubah diri sendiri demi menyenangkan orang lain sampai akhirnya kehilangan jati dirinya sendiri, buku ini juga mengajak kita   memahami orang-orang sekitar kita dan bagaimana seharusnya kita bersikap menghadapi setiap kejadian atau peristwa yang terjadi disekitar kita. Haemin Sunim juga mengutip beberapa kata-kata bijak para tokoh dan penulis lainnya seperti kata-kata dari Dale Carnegie, Thomas Carlye, Jiddu Krishnamurti dan masih banyka lagi.


Apa yang membuat saya jatuh cinta dengan buku ini adalah kata-kata mutiara yang relate banget. Haemin Sunim seolah paham betul isi kepala saya saat itu, setiap kalimat yang kubaca di buku ini seolah saya diberi nasehat dengan cara yang sangat lembut, bahkan kadang berpikir mungkin buku ini ditulis untuk saya hihihi, tidak jarang juga ngomong ke diri sendiri, “Eh .. iya ya, kenapa saya harus kek gitu ya?”. Alasan yang kedua adalah karena bahasa Inggris yang digunakan dalam buku ini sangat mudah dipahami dan menambah daftar kosa kata baru saya untuk kata atau istilah yang belum pernah saya temui, belajar bahasa Inggris yang menyejukkan mungkin buku ini solusinya hehehe. Alasan yang ketiga adalah karena buku ini ada gambarnya heheheheh, jadi kita membacanya gak monoton, gak semua text yang kadang membuat kita jenuh. Tapi, ilustrasi di buku ini cukup bagus dan posisinya juga cukup rapi dan tepat ditempat yang seharusnya.

Lalu apa yang menjadi kekurangan dari buku ini?. Aku tidak tahu apakah ini pantas disebut kekurangan atau gimana tapi buku ini harganya masih mahal bagi saya heheheh, dengan harga 198K cukup untuk beli beberapa mangkok bakso dalam sebulan, hehehehe. Mungkin karena ini international best seller jadi kek gitu kali ya, sebenarnya ada yang lebih murah kalau yang paperback. Tapi, waktu itu lagi kosong dan saya juga tidak terlalu suka membaca yang ebookdemi menjaga kesehatan mata kalau terlalu sering melihat layar bahaya juga. Saya membeli buku ini di periplus kalian bisa googling , kalau di toko lain belum pernah coba mencarinya karena saat itu pengen buru-buru beli soalnya penasaran sama isinya dan memang worth it banget.

Dari buku ini saya menarik kesimpulan bahwa memahami diri sendiri itu sangat penting, membahagiakan diri sendiri dan harus tahu apa sih yang kita cari di dunia ini adalah hal tidak boleh kita lewatkan selama kita menjadi manusia. Bagaimana kita membuat orang lain bahagia jika diri kita sendiri saja tidak bahagia, bagaimana kita mau mengisi gelas orang lain kalau gelas kita saja kosong. Buku ini banyak mengubah pandangan saya tentang hidup, buku ini membawa saya menyelami kedalaman diri sendiri.  Udah gak bisa ngomong banyak pokoknya segera beli deh, hehehehe buku bagus begini saying banget dilewatkan untuk feeding brain kita. Hihihi.

Cukup sekian dulu ya nanti kita ketemu dibuku yang lain. Wasalam.

Share and Enjoy !

0
0Shares

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version