Fiction

Aku Butuh Waktu

Aku Butuh Waktu




Ippoet 
Jangan tanya aku tentang cinta, aku bahkan tak tahu bagaimana lagi caranya untuk merasakan cinta. Bahkan Tuhan pun rasanya tak berpihak padaku lagi. Lantas, apa yang harus aku pertahankan ada di dunia ini?.

Sepuluh tahun lalu dia datang ke dalam hidupku. Membuat hari-hariku jadi berwarna dan indah hanya dengan setangkai bunga dan sebuah nyanyian pengantar tidur di malam hari. Di awal pagi kau menyambutnya dengan tersenyum manis dengan setangkai mawar di tanganmu.

ippoet

Setelahnya, kau tak pernah lagi datang bahkan kabarmu pun tak pernah terdengar. Kau pergi tanpa ucapan selamat tinggal. Dan pada akhirnya aku baru tahu, bahwa kau memang benar-benar pergi dan tak akan kembali lagi setelah melihat gundukan tanah di depanku ini. Namamu terukir jelas di sana, mengapa kau pergi tanpa permisi?.

Hari-hariku tak lagi sama setelah hadirmu tak lagi menjadi warna dalam hidupku. Ini sudah tahu ketiga kau tak lagi disisi. Apa kabar kau disana? Apa kau senang melihatku sedang kuliah di kampus impianku ini?. Mungkin jika kau ada disini, waktu luang akan ku habiskan dikantin bersamamu.

Perlahan aku mengumpulkan serpihan hati yang pernah hancur karena kepergianmu. Aku butuh waktu yang tidak sebentar untuk membuatnya kembali utuh meskipun tak indah sama seperti kau lakukan kala itu.

Love,



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version