BPN RAMADAN,  BPN RAMADAN 2022

3 Hal Istimewa di Puasa Pertama Ramadhan di Kampung Halaman

Marhaban Yaa Ramadhan, Alhamdulillah Allah Maha Baik yang telah memberikan rezki berupa kesehatan dan umur yang panjang sehingga Allah SWT mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan bulan yang penuh berkah. Bulan yang mulia dimana setiap ibadah yang kita lakukan Insya Allah akan dilipatgandakan.

Tinggal jauh dari keluarga dan merantau di kota besar, tentu momen Ramadhan selalu menjadi istimewa. Bulan Bagi orang-orang yang tinggal di perantauan seolah terpanggil hatinya untuk berkumpul bersama keluarga di bulan yang indah ini.

Alhamdulillah seperti biasa di setiap awal Ramadhan, kami sekeluarga selalu berkumpul untuk bersama di awal ramadhan. Momen taraweh pertama, makan sahur pertama selalu menjadi hal yang wajib dikeluarga kami. Sesibuk apapun kami berusaha berkumpul di malam pertama Ramadhan begitu juga di malam takbiran nanti Insya Allah.

Menyambut bulan suci ramadhan biasanya aku sudah ada di kampung halaman beberapa hari sebelum puasa pertama. Kami sekeluarga biasanya menyiapkan menu special untuk sahur pertama nanti, entah itu  soto ayam atau Nasu Itik Palekko (makanan khas Bugis-Makassar yaitu itik/bebek yang dimasak dengan bumbu rempah). Kami menyiapkan itu agar kami sekeluarga bersemangat menyambut ramadhan, bersemangat untuk menjalankan ibadah puasa.

Puasa pertama di bulan Ramadhan selalu menjadi istimewa, karena 3 hal ini membuatku selalu rindu dan pulang ke kampong halaman menyambut Ramadhan.

Berkumpul bersama keluarga

Di keluarga kami terutama keluarga inti, saya dan adik tinggal jauh dari orang tua karena kami masih sementara kuliah di salah satu kampus negeri di kota Makassar. Setiap momen Ramadhan datang, kami selalu pulang ke kampong halaman beberapa hari sebelum puasa pertama. Sebelum pulang, biasanya kami membeli beberapa cemilan atau kue yang bisa kami nikmati bersama keluarga dan keluarga besar di kampung.

Momen Ramadhan ini menjadi ajang berkumpul dan bertemu bersama keluarga besar, keluarga yang merantau di tempat yang lebih jauh biasanya pulang untuk bertemu keluarga. Biasanya ada yang pulang di awal Ramadhan ada juga yang datang sebelum lebaran tiba. Tapi, kami pulang di awal Ramadhan karena jarak kami dan keluarga di kampong bisa di tempuh dengan jalur darat.

Setelah puasa pertama di kampong biasanya kami kembali lagi kekampus melaksanakan tugas sebagai mahasiswa, namun saat ini masa pandemi jadi beberapa dosen menyelanggarakan kuliah online jadi kami bisa berlama-lama di kampong dengan keluarga dekat.

Baca Juga : 3 aktivitas seru selama puasa di masa pandemi

Masak masakan istimewa

Salah satu momen yang istimewa dalam menyambut Ramadhan adalah memasak maakan istimewa. Sebelum puasa pertama, biasanya Ibu menyiapkan bahan-bahan khusus untuk menu makan sahur pertama.

Kami biasanya berbelanja bersama di pasar traditional. Setelah itu kami menyiapkan bahan-bahan untuk dimasak sebagai menu sahur nantinya. Kami biasanya memasaknya lebih awal, supaya pada saat sahur nanti kami sisa memanaskan saja.

Menu istimewa yang biasa disiapkan ibu memilik bahan-bahan yang cukup banyak, seperti misalnya soto aya, kari ayam dan menu ciri khas kampong halaman kami yaitu Nasu Itik Palekko.  

Kami biasa bercanda dan bercengkaram sambil menyiapkan menu makan sahur, kadang juga bapak ikut nimbrung bersama kami di dapur. Momen sederhana ini cukup berharga bagi kami, saking berharganya kami bahkan tak sempat membagikannya ke sosial media.

Menikmati suasana sejuk di kampong halaman

Suasana kampong halaman yang asri membuat penduduknya selalu ingin pulang ke kampong meskipun dia sudah merantau jauh, begitu juga denganku. Suara khas dan bau khas kampong halaman ini membuat kita selalu rindu.

Suara azan maghrib di sore hari dan suara ayam serta binatang lainnya menyambut pagi begitu ramai di telinga.

Masjid di kampong halaman cukup dekat dengan rumah kami, jadi ketika azan tiba terdengar sampai keseluruh ruang dirumah kami. aku tidak tahu apakah hanya aku yang merasakan ini atau yang lain juga merasakannya, azan di kampong halaman itu rasanya berbeda dengan suara azanyang ada di kota besar,padahal yang di ucapkannya sama. Tapi, entahlah suara azan dikampung semacam ada ciri khasnya saja. Hehehe

Senja di kampung halaman

Suasana di kampong kami masih cukup asri, apalagi dirumah kami. Beberapa pohon yang tumbuh disekitar rumah menambah sejuknya suasana di pagi hari. Warna hijau menambah kesegaran mata dan suara khas dari ayam berkokok dan suara itik peliharaan tetangga sebelah menambah suasana healing di kampong halaman ini begitu nikmat.

Bulan ramadhan kali ini kurang lebih masih sama dengan tahun sebelumnya. Kami menyambut ramadhan di tengah kondisi virus corona yang meraja-lela. Tahun sebelumnya begitu sunyi karena hampir semua orang takut untuk keluar rumah, tapi kali ini ada sedikit kelonggaran kami bisa keluar dengan syarat tetap mematuhi protocol kesehatan dengan menggunakan masker dan mencuci tangan dengan bersih.

Semoga Corona ini segera berakhir dan semoga kita semua di panjangkan umur, di lapangkan rezeki untuk bisa bertemu di Ramadhan selanjutnya lagi dan lagi. Selamat berpuasa teman-teman semuanya.

#BPNRamadan2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Hayo mau ngapain???